Piru, Kilasnusantaranews.com – Seiring dengan dugaan praktik korupsi yang mengemuka di Puskesmas Inamosol, Kecamatan Inamosol, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), tim Aparatur Pengawas Intern Pemerintah (APIP) Kabupaten SBB melakukan pemeriksaan khusus secara langsung di lokasi puskesmas tersebut sejak pagi hingga malam hari ini.
Tim pemeriksa yang terdiri dari beberapa petugas APIP melakukan inventarisasi dokumen keuangan secara menyeluruh tanpa pandang bulu. Semua elemen terkait puskesmas termasuk penanggungjawab program, pendamping, perawat, ahli gizi, dan petugas keselamatan lingkungan (kesling) menjadi objek pemeriksaan. “Tidak ada perlakuan yang dibedakan, semua aspek akan digali sesuai standar yang berlaku,” Indra Maruapey Inspektur Daerah Kabupaten Seram Bagian Barat.
Mengacu pada kondisi keagamaan, jadwal pemeriksaan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing anggota tim. Pemeriksaan bukti yang belum selesai akan dilanjutkan malam ini dan hari esok (4/4/2026) oleh anggota tim yang beragama Islam, sementara rekan-rekan yang beragama Kristen sedang melaksanakan ibadah besar.
Menanggapi Hal ini, Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) SBB Anto Widi Nugroho, S.H., M.H. dalam keterangan resmi yang disampaikan melalui pesan WhatsApp kepada media ini, menegaskan bahwa pihaknya akan menunggu hasil lengkap audit dan pemeriksaan yang dilakukan oleh APIP. “Kita hargai APIP, mereka sedang melakukan pekerjaan mereka dengan seksama. Setelah hasilnya keluar, kita akan segera melakukan koordinasi untuk menentukan langkah tindak lanjut yang tepat,” ujarnya.
Kajari juga menjelaskan bahwa pihaknya siap mengambil tindakan hukum secara maksimal jika dari hasil audit dan pemeriksaan ditemukan indikasi yang cukup terkait tindak pidana korupsi. “Jika ada indikasi tindak pidana korupsi, kami tindak lanjut “ujarnya.
Puskesmas Inamosol berperan sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan bagi ribuan masyarakat di Kecamatan Inamosol. Dugaan penyimpangan yang diduga terjadi di fasilitas ini telah menimbulkan kekhawatiran publik, mengingat anggaran yang dialokasikan untuk puskesmas berasal dari uang rakyat yang seharusnya digunakan untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan.
Saat ini, proses pemeriksaan masih berlangsung dan hasilnya diperkirakan akan disampaikan dalam waktu dekat untuk selanjutnya dikordinasikan dengan Kejari SBB.(*)














