Skandal Puskesmas Inamosol: Dugaan Korupsi Merebut, Kadis Kesehatan Bungkam, Di Duga Terima Uang Dan Bela Kapus  

banner 120x600

Piru,Kilasnusantaranews.com – Kasus dugaan korupsi yang melanda Puskesmas Inamosol, Kecamatan Inamosol, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), kini semakin panas dan menjadi sorotan tajam publik. Berbagai indikasi penyimpangan pengelolaan keuangan hingga praktik yang merugikan pegawai dan negara mulai terkuak, namun respons dari atasan langsung justru menimbulkan tanda tanya besar.

Hingga berita ini diturunkan, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Seram Bagian Barat yang seharusnya bertindak tegas justru memilih diam. Berulang kali dihubungi melalui telepon maupun pesan WhatsApp, tidak ada jawaban yang memuaskan. Pihaknya tampak berusaha menutup diri dan menghindari konfirmasi terkait skandal yang mengguncang instansi di bawah naungannya.

Yang lebih mengejutkan, beredar bukti rekaman suara yang menyebutkan bahwa Kepala Dinas Kesehatan turut menerima aliran uang yang diduga berasal dari praktik pemotongan dana di Puskesmas Inamosol.

Ironisnya, meski bukti tersebut beredar luas, sikap Kadis justru terkesan sangat membela Kepala Puskesmas (Kapus) Inamosol. Alih-alih melakukan pemeriksaan internal yang objektif, ia malah menyalahkan pihak pegawai yang berani bersuara dan mengungkapkan kondisi sebenarnya yang terjadi di lingkungan kerja.

Salah satu oknum pegawai Dinas Kesehatan yang enggan disebutkan namanya saat dikonfirmasi menyatakan kekecewaannya yang mendalam. Menurutnya, meskipun kondisi yang terjadi sudah jelas salah, namun Kadis tetap memihak kepada Kapus.

“Kadis ini harus ambil jalan tengah, tidak boleh membela-bela Kapus terus. Pegawai yang curhat itu soalnya kondisi sebenarnya itu karena sudah tidak tahan dan tertekan, makanya dia harus curhat kepada orang lain. Dia juga tidak berfikir akan bisa besar seperti ini,” tegas sumber tersebut.

Pernyataan ini menegaskan bahwa tekanan yang dirasakan para staf sudah mencapai titik jenuh. Mereka mengungkapkan fakta bukan karena ingin membuat masalah, melainkan karena sudah tidak sanggup menahan praktik yang dianggap tidak adil dan melanggar aturan.

Merespons merebaknya isu panas ini, Pemerintah Daerah melalui Inspektorat Kabupaten SBB tidak tinggal diam. Inspektur Daerah, Indra Maruapey, telah memerintahkan tim audit turun langsung ke lapangan untuk melakukan pemeriksaan mendalam.

Saat ini, tim Inspektorat sedang melakukan proses audit dan verifikasi data secara menyeluruh. Pemeriksaan tidak hanya dilakukan terhadap dokumen administrasi dan keuangan tahun berjalan, tetapi juga ditarik kembali data dari tahun sebelumnya guna memetakan pola penyimpangan yang terjadi.

Tim juga telah memanggil dan memeriksa pihak Kapus, bendahara, serta para tenaga kesehatan untuk mendapatkan keterangan yang valid dan membandingkannya dengan bukti-bukti yang ada, termasuk rekaman suara yang menjadi sorotan.

Masyarakat dan insan kesehatan kini menanti dengan cemas. Publik menuntut agar proses audit ini berjalan transparan dan objektif, sehingga kebenaran dapat terungkap, sanksi tegas dijatuhkan, dan keadilan benar-benar ditegakkan demi memulihkan pelayanan kesehatan di wilayah tersebut.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *