Huamual, Kilasnusantaranews.com – Situasi keamanan di wilayah Desa Lokki, Kecamatan Huamual, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), kembali memanas. Teror ledakan bom kembali terjadi di dekat Kampung Pawai RT.06, Dusun Tanah Goyang, tepat pada pukul 10.00 WIT, Selasa (7/4/2026).
Berdasarkan informasi yang dihimpun, ledakan ini bukan kejadian pertama kali. Warga setempat melaporkan bahwa suara dentuman keras akibat ledakan bom sudah terjadi sebanyak tiga kali dalam kurun waktu singkat, mulai dari kemarin sore, semalam, hingga pagi tadi.
Kejadian ini juga diketahui langsung oleh anggota yang bertugas di Pos Subsektor Laala yang berada tidak jauh dari lokasi kejadian.
Sementara itu, beredar informasi dari keterangan warga yang melihat kejadian, terdapat indikasi yang mencurigakan terkait ledakan yang terjadi semalam. Disebutkan ada salah satu warga yang diduga berasal dari Dusun Ani datang ke wilayah Pawai dalam keadaan mabuk dan bersikap tidak baik, tak lama kemudian terjadi ledakan.
Perlu diketahui, wilayah Dusun Ani dan Dusun Pawai merupakan dua kampung yang pernah berseteru keras. Pada bulan Maret 2026 lalu, kedua kelompok warga sempat terlibat bentrokan fisik yang sangat serius.

Konflik tersebut dipicu oleh aksi pembacokan dan ketegangan yang sudah berlangsung lama, yang akhirnya meletus menjadi kerusuhan. Akibat kejadian itu, sejumlah warga mengalami luka serius dan terjadi kerusakan fisik pada harta benda.
Situasi saat itu sempat sangat kritis hingga memaksa aparat gabungan TNI-Polri harus turun tangan melakukan pengamanan ketat dan patroli untuk meredam emosi warga agar tidak meluas.
Setelah kejadian tersebut, upaya perdamaian segera digulirkan. Pihak Polres Seram Bagian Barat bersama Pemerintah Daerah Kabupaten SBB telah memfasilitasi mediasi dan pertemuan antara kedua belah pihak untuk berdamai dan mengikat janji kesepahaman.

Menanggapi terulangnya aksi teror ini, Kapolres Seram Bagian Barat saat dikonfirmasi media terkait siapa pelaku di balik ledakan tersebut, memberikan respons yang menohok.
Dengan nada tegas, Kapolres SBB melemparkan pertanyaan balik yang menyiratkan dugaan kuat adanya pihak yang sengaja ingin mengganggu stabilitas keamanan.
“Siapa kira-kira yang pancing provokasi itu?” tanya Kapolres singkat namun tajam saat dikonfirmasi, Selasa (7/4).
Pernyataan ini mengindikasikan bahwa pihak kepolisian menduga kejadian ini bukanlah insiden biasa, melainkan aksi yang disengaja untuk kembali memicu kebencian dan memecah belah perdamaian yang sudah dibangun antara kedua kampung tersebut.

Merespons terulangnya ledakan bom yang dinilai sangat mengganggu keamanan dan mengancam proses perdamaian, aparat kepolisian segera mengambil langkah tegas.
Hingga berita ini diturunkan, personel polisi telah melakukan pemasangan garis polisi (police line) di lokasi terjadinya ledakan untuk mengamankan tempat kejadian perkara (TKP).
Pihak kepolisian hingga saat ini masih mendalami motif dan pelaku di balik serangkaian ledakan tersebut, serta memastikan agar situasi tidak kembali memicu kerusakan antarkampung seperti yang terjadi sebelumnya.
Masyarakat berharap aparat dapat bekerja cepat mengungkap kasus ini demi menjaga situasi keamanan dan perdamaian yang sudah dibangun dengan susah payah. (*)














