Saadiah Uluputty di RRI Ambon: Dari Anak Nelayan Hingga Menjadi Suara Perubahan untuk Maluku

banner 120x600

AMBON, Nusantaraharian.com — Anggota DPR RI Komisi V Fraksi PKS Dapil Maluku, Saadiah Uluputty, hadir dalam program bincang inspiratif di Radio Republik Indonesia Pro 1 105,1 MHz, Sabtu (9/5/2026). Dalam dialog bertajuk “Bersuara untuk Maluku: Ketika Perempuan Memimpin Perubahan”, Saadiah membagikan kisah perjuangan hidup, perjalanan politik, hingga pandangannya tentang masa depan Maluku dan peran perempuan dalam pembangunan daerah.

Dalam perbincangan bersama pewara Joe, Saadiah lebih dulu menceritakan aktivitasnya meninjau lokasi longsor di kawasan BTN Gadihu Indah, Kota Ambon. Usai melakukan peninjauan lapangan, ia langsung berkoordinasi dengan Balai Wilayah Sungai (BWS) Maluku guna mendorong langkah mitigasi cepat untuk mencegah potensi banjir bandang susulan akibat aliran sungai yang tertutup material longsor.

Menurut Saadiah, penanganan bencana tidak boleh dilakukan secara lambat karena keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas utama pemerintah.

“Kalau terlambat ditangani, dampaknya bisa lebih besar bagi masyarakat. Karena itu harus ada langkah cepat untuk mengurangi risiko bencana susulan,” ujarnya dalam dialog tersebut.

Sebagai anggota Komisi V DPR RI yang membidangi infrastruktur dan kebencanaan, Saadiah menegaskan dirinya terus mendorong percepatan penanganan di lapangan agar masyarakat terdampak dapat segera merasa aman dan memperoleh kepastian penanganan dari pemerintah.

Dalam dialog yang berlangsung hangat itu, Saadiah juga mengisahkan perjalanan hidupnya sebagai anak bungsu dari delapan bersaudara yang lahir dari keluarga petani dan nelayan di Negeri Lima, Maluku.

Ia mengenang masa kecilnya yang sangat dekat dengan kehidupan masyarakat pesisir dan kebun. Mulai dari membantu orang tua membelah pala, memanjat pohon cengkih hingga menjalani kehidupan sederhana sebagai anak nelayan dan petani.

Menurutnya, pengalaman hidup tersebut membentuk karakter kerja keras, disiplin dan ketekunan yang terus dibawanya hingga kini.

Saadiah yang memiliki latar belakang pendidikan Teknik Sistem Perkapalan itu juga menceritakan perjalanan politiknya yang penuh tantangan. Ia mengaku pernah mengalami kegagalan dalam Pemilu 1999 dan 2004. Namun kegagalan tersebut tidak membuatnya menyerah.

Dengan dukungan keluarga serta semangat untuk terus memperjuangkan aspirasi masyarakat Maluku, Saadiah akhirnya berhasil menjadi anggota DPRD Provinsi Maluku selama dua periode sebelum terpilih menjadi anggota DPR RI.

Salah satu momen yang paling dikenangnya selama berada di parlemen nasional adalah ketika dirinya melakukan interupsi dalam sidang paripurna DPR RI untuk membela masyarakat pengungsi gempa Maluku tahun 2019.

Bagi Saadiah, suara masyarakat Maluku harus terus diperjuangkan di tingkat nasional agar persoalan daerah tidak luput dari perhatian pemerintah pusat.

Dalam kesempatan tersebut, Saadiah juga menyampaikan pesan khusus kepada perempuan dan generasi muda Maluku. Ia menilai perempuan memiliki kekuatan besar melalui ketelitian, kepedulian serta keberanian dalam mengambil keputusan.

Karena itu, perempuan Maluku didorong untuk tidak takut bermimpi dan tampil memimpin perubahan di berbagai bidang kehidupan.

“Perempuan Maluku harus percaya diri. Jangan takut tampil dan jangan merasa diri terbatas,” katanya.

Kepada generasi muda, Saadiah mengingatkan pentingnya memanfaatkan perkembangan teknologi sebagai sarana belajar dan meningkatkan kapasitas diri. Menurutnya, Maluku memiliki kekayaan sumber daya alam yang besar sehingga masyarakat harus mampu menjadi pelaku utama dalam mengelola potensi daerahnya sendiri, bukan hanya menjadi penonton di negeri sendiri.

Di akhir dialog, Saadiah berharap pengalaman hidup dan perjalanan perjuangannya dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat Maluku, khususnya perempuan muda, untuk terus berani menghadapi tantangan kehidupan.

Ia menegaskan bahwa kerja keras, ketekunan dan keberanian untuk terus belajar merupakan kunci penting dalam membawa perubahan bagi diri sendiri maupun daerah.

“Kalau kita mau berjuang dan tidak mudah menyerah, pasti ada jalan untuk membawa perubahan yang lebih baik bagi Maluku,” tutupnya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *