Ambon,Kilasnusantaranews.com – Anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI), Saadiah Uluputty, kembali melaksanakan kegiatan Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan di lingkungan pendidikan. Kali ini, kegiatan digelar di SMA Negeri 3 Ambon, bertujuan menanamkan nilai-nilai luhur kebangsaan sekaligus memperkuat karakter generasi muda di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital, Selasa (10/02/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Saadiah Uluputty menegaskan bahwa generasi muda memiliki peran yang sangat strategis dalam menjaga persatuan dan keutuhan bangsa Indonesia. Oleh karena itu, pemahaman mendalam terhadap 4 Pilar Kebangsaan, yaitu Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika, harus terus ditanamkan sebagai fondasi utama kehidupan berbangsa dan bernegara.
“Generasi muda adalah penerus perjuangan bangsa. Mereka harus memiliki dasar yang kuat agar tidak mudah goyah oleh pengaruh luar. 4 Pilar ini adalah jati diri kita yang harus dijaga dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Saadiah.
Lebih jauh, politisi yang dikenal peduli terhadap pendidikan ini menyampaikan bahwa kemajuan teknologi digital membawa dampak besar terhadap pola pikir dan perilaku anak muda. Akses informasi yang sangat cepat perlu diimbangi dengan literasi digital yang baik, agar pelajar tidak mudah terpengaruh oleh berita bohong (hoaks), ujaran kebencian, maupun konten negatif yang berpotensi merusak persatuan.
“Di era digital ini, informasi masuk begitu deras. Kita tidak bisa melarang kemajuan, tapi kita harus membekali pelajar dengan filter yang kuat. Jangan sampai teknologi justru memecah belah kita, sebaliknya manfaatkan sebagai sarana belajar, berkreasi, dan berkontribusi positif,” tegasnya.
Menurut Saadiah, media sosial dapat menjadi ruang yang sangat efektif untuk menyebarkan pesan persatuan, toleransi, serta semangat kebangsaan jika digunakan secara bijak dan bertanggung jawab.
Ia juga menekankan pentingnya pembentukan karakter yang kuat, seperti kejujuran, disiplin, tanggung jawab, dan kepedulian sosial. Nilai-nilai tersebut dinilai menjadi kunci agar generasi muda mampu menghadapi tantangan global tanpa kehilangan jati diri sebagai bangsa Indonesia.
Kegiatan berlangsung sangat interaktif dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang disambut antusias oleh para siswa. Para pelajar tampak aktif menyampaikan pandangan serta pertanyaan terkait peran mereka dalam menjaga nilai-nilai kebangsaan di tengah derasnya arus informasi digital.
Melalui kegiatan ini, diharapkan lahir generasi muda Ambon yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kebangsaan yang kokoh, serta mampu memanfaatkan kemajuan teknologi untuk kemajuan daerah dan negara.(*)














