Hangatnya Suasana “SANSAKASAN” Negeri Haya ,Saadiah Uluputty Resmi Tutup Liga Angkatan Amalatu Cup 2026

banner 120x600

Maluku Tengah, Kilasnusantaranews.com – Suasana penuh keakraban, semangat sportivitas, dan rasa persaudaraan terasa begitu kental menyelimuti Lapangan Sepak Bola Negeri Haya, Kecamatan Tehoru, Kabupaten Maluku Tengah, pada Sabtu (25/4/2026).

Di tempat itu, rangkaian pertandingan Liga Angkatan Season III Amalatu Cup 2026 resmi ditutup dalam sebuah acara yang meriah dan penuh makna. Penutupan dilakukan langsung oleh Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia, Saadiah Uluputty, ST, yang sekaligus menyerahkan piala dan hadiah kepada para pemenang kompetisi.

Perjalanan menuju lokasi penutupan bukanlah perjalanan yang singkat dan mudah bagi Saadiah Uluputty. Ia memulai perjalanan dari Kota Ambon pada pagi hari dengan menumpang kapal cepat yang berangkat dari Pelabuhan Tulehu. Setelah menempuh perjalanan laut, ia tiba di Kota Masohi sekitar pukul 12.00 Waktu Indonesia Timur. Sesampainya di sana, ia sempat berhenti sejenak di Negeri Ruta untuk menghadiri undangan walimatulsafar yang diselenggarakan dalam rangka keberangkatan calon jamaah haji. Tidak berhenti di situ, perjalanan dilanjutkan kembali menuju Negeri Haya hingga akhirnya tiba di lokasi acara sekitar pukul 14.30 WIT.

Dalam sambutannya di hadapan ratusan warga, peserta pertandingan, dan tamu undangan, Saadiah Uluputty menegaskan bahwa kegiatan olahraga, khususnya sepak bola, memiliki peran yang sangat penting sebagai wadah pembentukan karakter dan pembinaan generasi muda. Ia menceritakan bahwa keterlibatannya dalam mendukung kegiatan ini berawal ketika panitia penyelenggara datang menemui dan menyampaikan maksud penyelenggaraan kompetisi tersebut.

“Bakat dan bintang olahraga itu tidak lahir begitu saja di dalam rumah atau di pinggir jalan, melainkan lahir, ditempa, dan dibesarkan di atas lapangan. Oleh karena itu, anak-anak muda yang memiliki minat dan bakat di bidang sepak bola wajib diberi ruang, kesempatan, dan dukungan agar potensi yang mereka miliki dapat berkembang dengan baik,” tegasnya.

Lebih lanjut, politisi dari daerah pemilihan Maluku ini menekankan bahwa Liga Angkatan tidak sekadar diartikan sebagai ajang pertandingan untuk mencari pemenang, melainkan menjadi wadah utama untuk mempererat tali silaturahmi dan memperkuat ikatan persaudaraan antarwarga. Kegiatan ini mengusung semangat dan nilai budaya setempat, yaitu “Sansakasan”, yang memiliki makna filosofis mendalam bagi masyarakat Negeri Haya, yakni “satu sama lain saling menjaga, saling melindungi, dan saling menguatkan”.

“Kita datang ke sini sebagai kawan dan saudara, lalu bertanding di lapangan sebagai lawan yang sportif. Ketika pertandingan usai, yang menang berhak membawa pulang piala dan kebanggaan, namun yang kalah tidak serta-merta menjadi musuh atau dijauhi. Itulah nilai utama yang harus kita jaga dan wariskan kepada generasi mendatang,” tambah Saadiah.

Puncak acara ditandai dengan berlangsungnya pertandingan penentuan juara yang mempertemukan antara tim Angkatan 2019 melawan tim Angkatan 2021. Kedua tim tampil dengan semangat juang yang tinggi sejak peluit pertanda dimulainya pertandingan dibunyikan. Permainan berjalan seimbang dan ketat, sehingga hingga babak pertama berakhir, kedudukan masih imbang tanpa ada satu gol pun yang tercipta.

 

Memasuki babak kedua, intensitas permainan semakin meningkat. Para pemain berlari lebih kencang, melakukan serangan secara bergantian, dan bertahan dengan disiplin tinggi. Akhirnya, di tengah tekanan permainan yang berlangsung ketat, tim Angkatan 2019 berhasil membukukan dua gol, sementara tim lawan hanya mampu membalas satu gol. Pertandingan pun berakhir dengan skor akhir 2-1, sehingga Angkatan 2019 ditetapkan sebagai juara pertama dalam turnamen tahun ini.

Sebagai bentuk apresiasi, panitia penyelenggara memberikan hadiah berupa uang tunai dan piala bergilir. Tim juara pertama Angkatan 2019 berhak membawa pulang hadiah sebesar Rp7.000.000, juara kedua yang diraih oleh Angkatan 2021 mendapatkan hadiah sebesar Rp4.000.000, sedangkan juara ketiga yang dimenangkan oleh tim Angkatan 2017 memperoleh hadiah sebesar Rp2.000.000.

Acara penutupan yang berlangsung meriah ini dimulai pukul 15.00 WIT dan berakhir sekitar pukul 18.30 WIT. Selain dihadiri oleh Saadiah Uluputty, acara ini juga dihadiri oleh Camat Tehoru, Komandan Rayon Militer setempat, perangkat Pemerintah Negeri Haya, para tokoh masyarakat, panitia penyelenggara, serta ribuan warga yang memadati sisi lapangan untuk menyaksikan rangkaian acara. Suasana semakin semarak dengan diisi penampilan seni dan budaya yang ditampilkan oleh kelompok pelajar dari sejumlah sekolah di wilayah tersebut.

Penutupan Liga Angkatan Amalatu Cup 2026 ini bukan hanya menandai berakhirnya serangkaian pertandingan sepak bola, melainkan juga menjadi bukti nyata bahwa semangat “Sansakasan” atau saling menjaga antar sesama tetap hidup dan dipegang teguh oleh masyarakat. Melalui kegiatan ini, diharapkan terjalin persaudaraan yang semakin erat, kebersamaan yang semakin kokoh, serta lahirnya bibit-bibit atlet muda yang berprestasi dari tanah Maluku Tengah.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *