HUAMUAL, Kilasnusantaranews.com – Suhardi, warga Dusun Olas, Desa Lokki, Kecamatan Huamual, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), membuat polisi tidur di depan tokonya sebagai upaya meningkatkan keselamatan pengguna jalan setelah cucunya mengalami kecelakaan lalu lintas beberapa hari lalu.
Menurut Suhardi, keputusan membangun polisi tidur bukan didasari keinginan untuk menghambat arus lalu lintas, melainkan sebagai langkah pencegahan agar kendaraan yang melintas mengurangi kecepatan sehingga risiko kecelakaan dapat diminimalkan.
“Sejujurnya saya tidak menyukai adanya polisi tidur di jalan. Namun setelah cucu saya mengalami kecelakaan akibat tertabrak kendaraan, saya merasa perlu melakukan upaya agar pengendara lebih berhati-hati saat melintas di depan toko,” ujar Suhardi.
Ia menjelaskan bahwa polisi tidur tersebut dibuat dengan memperhatikan ukuran yang dinilai sesuai standar serta dilengkapi dengan penanda agar mudah terlihat oleh pengendara, terutama pada siang maupun malam hari. Menurutnya, keberadaan polisi tidur diharapkan dapat mendorong pengendara menurunkan kecepatan sehingga dapat mengurangi potensi kecelakaan di lokasi tersebut.
Suhardi berharap para pengguna jalan lebih mengutamakan keselamatan dengan mematuhi batas kecepatan dan meningkatkan kewaspadaan, khususnya saat melintasi kawasan yang berada di sekitar permukiman dan pertokoan.
Peristiwa yang menimpa cucunya, kata Suhardi, menjadi pelajaran penting bahwa keselamatan di jalan merupakan tanggung jawab bersama. Ia berharap tidak ada lagi warga, terutama anak-anak, yang menjadi korban kecelakaan di lokasi tersebut.
Pembangunan polisi tidur di jalan umum pada prinsipnya perlu memperhatikan ketentuan yang berlaku dan, apabila berada di ruas jalan yang menjadi kewenangan pemerintah, idealnya dilakukan melalui koordinasi dengan instansi berwenang agar memenuhi aspek keselamatan dan tidak mengganggu kelancaran lalu lintas.(*)














