SBB, KilasNusantaraNews.com — Konflik antara pemuda Desa Lisabata dan Desa Patahuwe, Kecamatan Taniwel, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), Maluku, memanas pada Jumat, 11 September 2026. Sejumlah rumah warga Desa Patahuwe dilaporkan terbakar setelah terjadi konsentrasi massa di sekitar gapura masuk desa tersebut.
Informasi awal menyebutkan pembakaran terjadi sekitar pukul 18.30 WIT dan masih berlangsung hingga laporan situasi pada pukul 19.01 WIT. Rumah-rumah yang terbakar berada di wilayah Desa Patahuwe dan diduga dibakar oleh warga dari Desa Lisabata.
Sebelum pembakaran terjadi, konsentrasi massa telah berlangsung di depan gapura masuk Desa Patahuwe sejak sekitar pukul 16.25 WIT.
Situasi bermula dari informasi mengenai kebakaran lahan milik seorang warga Desa Lisabata bernama Ibe Lohy. Mendengar informasi tersebut, sejumlah pemuda dari Desa Lisabata kemudian mendatangi Desa Patahuwe.
Dalam laporan awal kepolisian, sejumlah pemuda tersebut disebut membawa senjata tajam berupa parang dan tombak. Kedatangan mereka memicu reaksi dari pemuda Desa Patahuwe sehingga terjadi konsentrasi massa di sekitar gapura penghujung Desa Patahuwe.
Hingga malam hari, massa dari Desa Lisabata dilaporkan masih bertahan di penghujung Desa Patahuwe. Sementara pemuda Desa Patahuwe memilih berjaga di dalam wilayah desa.
Personel Polsek Taniwel bersama personel Koramil 1513-02/Taniwel telah berada di lokasi untuk mengantisipasi bentrokan susulan dan menjaga situasi tetap terkendali.
Namun, situasi kemudian berkembang setelah sejumlah rumah warga Desa Patahuwe dilaporkan terbakar.
Belum ada informasi terperinci mengenai jumlah rumah yang terbakar, identitas pemilik rumah, nilai kerugian, maupun ada tidaknya korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Aparat keamanan masih bersiaga di lokasi. Polisi dan TNI melakukan pemantauan terhadap pergerakan massa dari kedua desa untuk mencegah konflik meluas dan bentrokan susulan.
Polres Seram Bagian Barat telah dikonfirmasi terkait peristiwa tersebut, termasuk mengenai situasi terkini dan laporan pembakaran sejumlah rumah warga. Namun, hingga berita ini ditulis, pihak Polres SBB belum memberikan penjelasan atau keterangan resmi.
Perkembangan situasi, jumlah rumah yang terdampak, serta kondisi keamanan di kedua desa masih menunggu laporan lanjutan dari Kepolisian (*)














