Saadiah Uluputty Serap Aspirasi Warga Larike, Soroti Pemenuhan Hak Dasar Pendidikan

banner 120x600

MALUKU TENGAH,Kilasnusantaranews.com — Anggota MPR RI menyoroti masih perlunya penguatan pemenuhan hak dasar pendidikan bagi masyarakat di wilayah kepulauan. Persoalan infrastruktur sekolah, fasilitas pembelajaran, sarana olahraga hingga akses beasiswa menjadi aspirasi warga Larike, Kabupaten Maluku Tengah.

Hal tersebut disampaikan Saadiah saat melaksanakan kegiatan penyerapan aspirasi masyarakat di SMA Negeri 28 Maluku Tengah, Larike, pada Rabu, 17 Juni 2026. Kegiatan mengangkat tema “Pemenuhan Hak Dasar Warga Negara Menurut UUD NRI Tahun 1945.”

Saadiah mengatakan pendidikan merupakan hak dasar warga negara yang dijamin konstitusi. Karena itu, pemerintah perlu memastikan hak tersebut tidak berhenti pada tersedianya akses untuk bersekolah, tetapi juga mencakup kualitas dan kelayakan proses pendidikan.

“Pendidikan bukan hanya tentang mendapatkan ijazah, tetapi bagaimana anak-anak kita memiliki pengetahuan, keterampilan dan karakter untuk menghadapi masa depan,” kata Saadiah.

Menurut dia, pemenuhan hak pendidikan harus ditopang infrastruktur yang memadai, fasilitas pembelajaran, tenaga pendidik, serta lingkungan sekolah yang aman dan nyaman. Kondisi geografis kepulauan, kata dia, tidak boleh menjadi alasan bagi anak-anak di daerah untuk mendapatkan layanan pendidikan yang lebih rendah.

Saadiah juga menekankan pentingnya pengembangan potensi siswa di luar kemampuan akademik. Sekolah, menurut dia, perlu memberikan ruang bagi siswa untuk mengembangkan bakat dan minat di bidang olahraga, seni, kreativitas, kepemimpinan dan keterampilan lainnya.

Ia menilai fasilitas olahraga bukan sekadar pelengkap sekolah. Kegiatan olahraga dapat membantu menjaga kesehatan sekaligus membentuk karakter siswa melalui disiplin, sportivitas, kerja sama dan tanggung jawab.

Dalam dialog dengan masyarakat, persoalan fasilitas sekolah menjadi salah satu perhatian utama. Warga menyampaikan adanya kebutuhan perbaikan infrastruktur serta penambahan fasilitas pendukung proses belajar-mengajar.

Masyarakat juga mengharapkan dukungan terhadap kelengkapan media pembelajaran dan sarana olahraga. Fasilitas tersebut dinilai penting agar siswa memiliki ruang yang lebih luas untuk mengembangkan kemampuan akademik maupun nonakademik.

Persoalan lain yang mengemuka adalah akses terhadap beasiswa. Warga berharap informasi mengenai berbagai program beasiswa dan bantuan pendidikan dapat diperluas sehingga keterbatasan ekonomi keluarga tidak menghambat siswa melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

“Anak-anak yang memiliki potensi harus mendapatkan kesempatan untuk melanjutkan pendidikan. Karena itu, informasi mengenai beasiswa dan bantuan pendidikan harus dapat diakses dengan baik,” ujar Saadiah.

Aspirasi warga tidak hanya menyangkut kondisi sekolah. Mereka juga menyoroti masa depan siswa setelah menyelesaikan pendidikan. Pemerintah diharapkan membuka akses yang lebih luas terhadap pelatihan keterampilan, informasi dunia kerja, serta peluang pengembangan usaha bagi generasi muda.

Saadiah mengatakan pendidikan harus mampu menjawab perubahan dan kebutuhan masa depan. Menurut dia, pengetahuan perlu berjalan beriringan dengan keterampilan agar lulusan memiliki pilihan yang lebih luas, baik untuk melanjutkan pendidikan, memasuki dunia kerja maupun menciptakan peluang usaha.

Ia mengajak sekolah, orang tua, pemerintah dan masyarakat membangun ekosistem pendidikan secara bersama-sama.

“Pemenuhan hak pendidikan adalah tanggung jawab kita bersama. Pemerintah memiliki tanggung jawab melalui kebijakan dan program, sementara masyarakat juga memiliki peran untuk memastikan anak-anak kita mendapatkan kesempatan tumbuh dan berkembang,” katanya.

Saadiah mengatakan berbagai aspirasi yang disampaikan warga akan menjadi masukan dalam upaya memperjuangkan peningkatan kualitas pendidikan dan pemenuhan hak dasar masyarakat, khususnya generasi muda di Maluku Tengah.

Di hadapan para siswa, Saadiah berpesan agar mereka tidak membatasi cita-cita karena keterbatasan kondisi saat ini.

“Jangan biarkan keterbatasan hari ini menentukan masa depan kalian. Terus belajar, kenali potensi diri, bangun keterampilan dan manfaatkan setiap kesempatan pendidikan,” kata dia.

Menurut Saadiah, generasi muda merupakan salah satu kekuatan utama bagi masa depan Maluku. Pendidikan yang berkualitas, kata dia, diharapkan melahirkan generasi yang berilmu, terampil dan berkarakter serta mampu memberikan kontribusi bagi masyarakat, daerah dan Indonesia.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *