Saadiah Uluputty Sapa Mahasiswa Baru Unidar: Dari Kampus, Masa Depan Maluku Dipersiapkan

banner 120x600

AMBON,Kilasnusantaranews.com — Ratusan mahasiswa baru Universitas Darussalam Ambon (Unidar) memulai perjalanan akademiknya melalui Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PK2MB) 2026. Di tengah tantangan era Society 5.0, anggota DPR RI Fraksi PKS daerah pemilihan Maluku, Saadiah Uluputty, mengingatkan mahasiswa bahwa perguruan tinggi bukan sekadar tempat mengejar ijazah.

Saadiah hadir sebagai pemateri dalam kegiatan PK2MB yang mengangkat tema “Mewujudkan Generasi Unggul dan Berdaya Saing Global di Era Society 5.0.” Kehadirannya disambut Rektor Universitas Darussalam Ambon bersama jajaran pimpinan dan civitas akademika.

Di hadapan mahasiswa baru, Saadiah mengatakan kampus seharusnya menjadi ruang untuk membangun karakter sekaligus mengasah kemampuan menghadapi perubahan zaman.

“Kuliah perdana bukan hanya tentang memasuki ruang kelas. Ini adalah awal perjalanan untuk menemukan potensi diri, membangun kompetensi, memperluas wawasan dan mempersiapkan masa depan,” ujar Saadiah.

Menurut dia, perkembangan teknologi telah mengubah cara manusia bekerja, belajar, berkomunikasi, hingga mengambil keputusan. Era Society 5.0, kata Saadiah, karena itu harus dibaca mahasiswa sebagai peluang, bukan sekadar ancaman.

Mahasiswa Maluku, dia menambahkan, perlu menguasai teknologi tanpa kehilangan karakter dan kepedulian terhadap lingkungan sosial.

“Anak-anak muda Maluku jangan hanya menjadi penonton dari perubahan dunia. Kita harus menjadi bagian dari perubahan itu,” katanya.

Saadiah juga menaruh perhatian pada masa depan Universitas Darussalam Ambon. Ia menilai perguruan tinggi mempunyai posisi strategis dalam pembangunan Maluku karena dari kampuslah sumber daya manusia daerah dipersiapkan.

Ia berharap Unidar terus berbenah, berkembang, dan kembali mencapai kejayaan sebagai salah satu perguruan tinggi yang mampu melahirkan sumber daya manusia berkualitas.

“Maluku tidak hanya membutuhkan pembangunan infrastruktur dan ekonomi. Kita juga membutuhkan manusia-manusia hebat yang lahir dari rahim pendidikan Maluku sendiri,” ujar dia.

Menurut Saadiah, kualitas sumber daya manusia akan menentukan kemampuan Maluku bersaing, baik di tingkat nasional maupun global.

Pembangunan pendidikan, kata dia, karenanya tidak dapat dipisahkan dari agenda pembangunan daerah. Kampus harus mampu menjadi tempat lahirnya gagasan, inovasi, kepemimpinan, dan solusi atas berbagai persoalan masyarakat.

Setelah memberikan materi kepada mahasiswa baru, Saadiah juga berdiskusi bersama Wakil Gubernur Maluku Abdullah Vanath, Rektor Unidar, serta jajaran akademika yang hadir dalam kegiatan tersebut.

Pertemuan itu menjadi ruang untuk bertukar pandangan mengenai pendidikan dan masa depan generasi muda Maluku.

Saadiah menilai peningkatan kualitas sumber daya manusia membutuhkan kerja bersama antara pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, masyarakat, dan generasi muda itu sendiri.

Ia berharap sinergi pemerintah dan perguruan tinggi semakin diperkuat agar kampus di Maluku tidak hanya menjadi tempat memperoleh gelar akademik, tetapi juga pusat pengembangan ilmu pengetahuan, inovasi dan kepemimpinan.

Bagi Saadiah, mahasiswa baru yang mengikuti PK2MB merupakan bagian dari generasi yang kelak akan menentukan arah Maluku.

Karena itu, ia meminta mahasiswa menjalani masa kuliah dengan sungguh-sungguh, berani memiliki cita-cita besar, memperluas pengalaman, membangun jejaring, dan terus belajar di tengah perubahan teknologi yang semakin cepat.

“Belajarlah, bertumbuhlah, bermimpilah setinggi-tingginya. Dan suatu hari nanti, kembalilah untuk membangun Maluku,” pesan Saadiah.

Ia berharap PK2MB 2026 tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial penyambutan mahasiswa baru. Momentum itu diharapkan menjadi titik awal pembentukan generasi yang memiliki kompetensi, karakter, serta keberanian untuk mengambil peran dalam pembangunan daerah.

Sebab, pembangunan Maluku tidak hanya ditentukan oleh seberapa banyak infrastruktur yang dibangun atau seberapa besar investasi yang masuk. Pada akhirnya, masa depan daerah juga ditentukan oleh kualitas manusia yang mengelolanya.

Dan kampus, bagi Saadiah, merupakan salah satu tempat paling penting untuk mempersiapkan manusia-manusia itu.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *