Hukrim  

Pemuda Muhammadiyah SBB Desak Polisi Tangkap Seluruh Pelaku Penyerangan Aktivis PMII Maluku Rafli Bufakar

banner 120x600

PIRU,Kilasnusantaranews.com – Gelombang dukungan terhadap pengungkapan kasus dugaan penyerangan dan pembacokan yang menimpa aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Maluku, Rafli Bufakar, terus menguat. Setelah PMII, Ikatan Alumni PMII (IKA PMII), PWNU Maluku, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), GMNI, serta sejumlah organisasi kemasyarakatan, kepemudaan, dan kemahasiswaan menyuarakan tuntutan keadilan, kini dukungan serupa datang dari Pimpinan Pemuda Muhammadiyah Kabupaten Seram Bagian Barat.

Pimpinan Pemuda Muhammadiyah Kabupaten Seram Bagian Barat, Darman Wance, mendesak Kepolisian Resor Seram Bagian Barat untuk segera menangkap seluruh pihak yang diduga terlibat dalam penyerangan terhadap Rafli Bufakar serta mengusut tuntas rangkaian peristiwa yang menyebabkan aktivis muda tersebut mengalami luka bacok serius.

Menurut Darman, kasus tersebut tidak boleh berhenti pada pengungkapan sebagian pelaku semata. Aparat penegak hukum harus bekerja secara profesional, transparan, dan menyeluruh untuk memastikan seluruh pihak yang memiliki keterkaitan dengan peristiwa itu dapat dimintai pertanggungjawaban sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

“Kami meminta Polres Seram Bagian Barat bekerja secara maksimal dan profesional dalam mengusut kasus ini. Seluruh pelaku yang terlibat harus segera ditangkap dan diproses hukum agar rasa keadilan bagi korban dan keluarganya dapat terpenuhi,” kata Darman.

Desakan tersebut muncul di tengah perhatian publik yang terus mengawal perkembangan penyelidikan kasus penyerangan terhadap Rafli Bufakar. Sejumlah organisasi masyarakat menilai pengungkapan perkara ini menjadi penting karena menyangkut rasa aman masyarakat dan kepercayaan publik terhadap institusi penegak hukum.

Berdasarkan keterangan yang disampaikan korban dan sejumlah saksi, penyerangan diduga dilakukan oleh sekelompok orang yang menggunakan sekitar empat hingga lima unit sepeda motor. Kelompok tersebut disebut datang secara beriringan dan sebagian di antaranya diduga membawa senjata tajam jenis parang.

Menurut informasi yang disampaikan keluarga korban, salah satu terduga pelaku yang membonceng pelaku pembacokan bahkan sempat meneriakkan kalimat “bunuh yang itu” sesaat sebelum aksi kekerasan terjadi. Keterangan tersebut diharapkan menjadi bagian dari pendalaman penyidik dalam mengungkap secara utuh kronologi peristiwa.

Peristiwa pembacokan itu terjadi ketika Rafli Bufakar bersama Kepala Dusun Jusmin Papalia, Kepala Pemuda Sardi Loilatu, dan Amir Rahayaan berangkat menuju Pos Polisi Subsektor Laala. Mereka disebut hendak melaporkan persoalan cekcok yang sebelumnya terjadi antara sejumlah pemuda di kawasan Tanah Goyang.

Dalam perjalanan menuju pos polisi, rombongan tersebut melihat sejumlah sepeda motor bergerak menuju arah Tanah Goyang. Mereka kemudian berusaha memutar arah. Namun upaya tersebut diduga terlambat setelah kelompok yang mengejar berhasil mendekati mereka.

Saat situasi semakin menegang, Rafli yang ketika itu dibonceng oleh Kepala Dusun Jusmin Papalia memilih turun dari sepeda motor. Tidak lama kemudian, ia diduga menjadi sasaran penyerangan hingga mengalami luka bacok serius dan harus mendapatkan perawatan medis intensif.

Perkembangan kasus ini terus menjadi perhatian berbagai elemen masyarakat di Maluku. Sejumlah organisasi mendesak kepolisian tidak hanya fokus pada pelaku lapangan, tetapi juga mendalami seluruh rangkaian peristiwa, termasuk kemungkinan adanya keterlibatan pihak lain yang turut berperan dalam terjadinya aksi penyerangan tersebut.

Mereka menilai pengungkapan kasus secara transparan sangat penting untuk mencegah munculnya spekulasi di tengah masyarakat sekaligus memastikan tidak ada pihak yang kebal terhadap proses hukum.

Hingga saat ini, publik masih menantikan perkembangan resmi dari Polres Seram Bagian Barat terkait hasil penyidikan, jumlah terduga pelaku yang telah diamankan, serta langkah lanjutan yang akan dilakukan untuk mengungkap secara menyeluruh kasus yang menimpa Rafli Bufakar.

Berbagai organisasi masyarakat berharap aparat kepolisian dapat bekerja cepat, profesional, dan independen sehingga seluruh fakta yang melatarbelakangi peristiwa tersebut dapat terungkap secara terang dan memberikan kepastian hukum bagi korban, keluarga, serta masyarakat luas.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *