AMBON,Kilasnusantaranews.com — Anggota Komisi V DPR RI Fraksi PKS, Saadiah Uluputty, mengundang pihak Balai Wilayah Sungai (BWS) Maluku untuk duduk bersama warga membahas penanganan kerusakan bantalan talud sungai di kawasan Amaci, Kali Batu Gajah, Kelurahan Urimesing, Kota Ambon, Sabtu sore, 9 Mei 2026.
Pertemuan tersebut melibatkan Ketua-Ketua RT, tokoh pemuda, serta masyarakat setempat setelah warga menyampaikan langsung keluhan terkait kondisi bantalan talud yang mulai retak akibat terjangan arus sungai, terutama pada bagian tikungan aliran air yang terus mengalami pengikisan.
Warga mengaku khawatir terhadap kerusakan talud yang dinilai semakin parah. Sejumlah titik disebut mulai pecah dan mengalami lubang di bagian bawah bantalan sungai sehingga berpotensi mengancam rumah-rumah warga yang berada di bantaran kali.
Kekhawatiran masyarakat semakin meningkat seiring tingginya intensitas curah hujan dalam beberapa waktu terakhir. Warga menilai kondisi tersebut dapat memicu longsor maupun banjir sebagaimana pernah terjadi pada 2013 lalu, ketika sejumlah rumah warga terseret arus sungai.
Menanggapi laporan tersebut, Saadiah menegaskan perlunya langkah cepat agar kerusakan tidak berkembang menjadi ancaman serius bagi keselamatan masyarakat.
“Saya menerima langsung laporan masyarakat terkait kondisi bantalan talud sungai di Amaci yang mulai mengalami kerusakan. Karena itu hari ini kami turun bersama BWS Maluku untuk melihat langsung kondisi di lapangan sekaligus membahas langkah penanganan awal,” kata Saadiah dalam pertemuan bersama warga.
Dalam pembahasan tersebut, salah satu solusi awal yang disepakati ialah pemasangan bronjong pada titik-titik rawan untuk menahan tekanan arus air saat debit sungai meningkat ketika banjir terjadi.
Pihak BWS Maluku, kata Saadiah, juga menyatakan kesiapan membantu penyediaan bronjong sebagai langkah penanganan darurat. Selanjutnya akan dilakukan koordinasi bersama pihak terkait mengenai penyediaan material pengisian bronjong agar proses penanganan dapat dilakukan secara gotong royong dan berkelanjutan.
Selain membahas penanganan bantalan sungai di Amaci, Saadiah sebelumnya juga melakukan peninjauan ke lokasi longsor di Kota Ambon serta mengikuti sharing dan dialog di RRI Ambon terkait isu kebencanaan dan infrastruktur di Maluku.
Ia berharap sinergi antara pemerintah, BWS Maluku, dan masyarakat dapat menjadi langkah cepat dalam mengantisipasi potensi bencana di wilayah rawan longsor dan banjir.
“Keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas. Penanganan dini sangat penting agar kerusakan tidak semakin besar dan tidak menimbulkan korban di kemudian hari,” ujarnya.(*)














