AMBON,Kilasnusantaranews.com – Anggota MPR RI, Saadiah Uluputty, menyerap aspirasi ratusan mahasiswa dan pemuda dari berbagai kabupaten di Maluku dalam kegiatan Aspirasi Masyarakat (ASMAS) bertema “Penguatan Demokrasi Substansi dan Etika Berbangsa” di Gedung DPRD Provinsi Maluku, Karang Panjang, Ambon, Minggu, 7 Juni 2026.
Kegiatan tersebut dihadiri delegasi mahasiswa dan organisasi kepemudaan dari sejumlah daerah, antara lain Maluku Tengah, Seram Bagian Barat, Seram Bagian Timur, serta Tual dan Maluku Tenggara. Forum itu menjadi ruang dialog antara generasi muda dan wakil rakyat terkait berbagai persoalan pembangunan daerah serta penguatan demokrasi.
Dalam pemaparannya, Saadiah menegaskan bahwa demokrasi tidak semestinya dimaknai sebatas mekanisme pemilihan umum yang berlangsung setiap lima tahun. Menurut dia, demokrasi harus mampu menghadirkan keadilan, penegakan hukum yang setara, dan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat.
“Demokrasi yang sehat adalah demokrasi yang memiliki substansi, di mana hak rakyat dijamin, hukum ditegakkan tanpa tebang pilih, dan kesejahteraan didistribusikan secara adil. Namun, semua itu tidak akan berjalan tanpa adanya etika berbangsa,” kata Saadiah di hadapan peserta.
Politikus senior dari Partai Keadilan Sejahtera itu juga menyoroti tantangan yang dihadapi generasi muda di era digital. Ia menyebut penyebaran hoaks, ujaran kebencian, dan polarisasi di media sosial sebagai ancaman yang dapat mengganggu persatuan masyarakat.
Menurut Saadiah, pemuda Maluku memiliki peran penting sebagai benteng moral dalam menjaga ruang publik yang sehat dengan mengedepankan nilai-nilai kebangsaan yang berakar pada Pancasila dan budaya lokal, termasuk semangat Pela Gandong.
“Pemuda dan mahasiswa adalah mesin penggerak daerah. Di tangan kalian, wajah demokrasi Maluku masa depan ditentukan. Gunakan kecerdasan digital untuk menyebarkan narasi positif, kritis yang membangun, dan tetap santun,” ujarnya.
Sesi dialog berlangsung interaktif. Sejumlah peserta menyampaikan aspirasi terkait pemerataan akses pendidikan di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), perluasan lapangan kerja bagi generasi muda, serta penguatan literasi digital hingga ke tingkat desa.
Menanggapi berbagai masukan tersebut, Saadiah menyatakan komitmennya untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat Maluku di tingkat nasional melalui fungsi representasi yang diembannya di parlemen.
Kegiatan ASMAS ditutup dengan deklarasi komitmen para peserta untuk menjadi pelopor demokrasi yang sehat, inklusif, dan beretika di daerah masing-masing. Acara kemudian diakhiri dengan sesi foto bersama antara peserta dan narasumber.(*)














