Taniwel Timur, Nusantaraharian.com – Kondisi memprihatinkan di SD Inpres Uwen Pantai yang sempat viral di media sosial beberapa waktu lalu, kini mulai menunjukkan perubahan signifikan. Berbagai keluhan yang disampaikan masyarakat terkait fasilitas belajar dan pengelolaan dana, tampaknya sudah mulai ditindaklanjuti oleh pihak sekolah.
Diketahui, sebelumnya sekolah ini menjadi sorotan publik karena orang tua siswa terpaksa membawa kursi sendiri dari rumah agar anak-anak mereka bisa duduk dan belajar dengan layak. Selain itu, kondisi papan tulis juga dinilai sudah sangat rusak dan tidak layak pakai.
Kasus ini semakin memanas ketika muncul dugaan adanya pemotongan honor guru honorer serta keterlambatan penyaluran dana Program Indonesia Pintar (PIP) yang diduga belum diserahkan oleh Kepala Sekolah kepada siswa.
Beruntungnya, setelah pemberitaan dan unggahan di media sosial menyebar luas, terjadi perbaikan yang cukup cepat.
Berdasarkan pantauan terbaru, Kepala Sekolah telah menindaklanjuti semua keluhan tersebut.
Kondisi papan tulis yang sebelumnya rusak parah kini sudah diganti atau diperbaiki. Selain itu, pengadaan meja dan kursi belajar baru juga telah dilakukan dan sudah terpasang rapi di dalam ruang kelas, sehingga siswa tidak lagi perlu membawa kursi dari rumah.
Terkait masalah dana bantuan, Kepala Sekolah juga telah menyelesaikan administrasi penyaluran. Dana PIP yang sebelumnya ditahan atau belum disalurkan, kini telah resmi diserahkan langsung kepada orang tua murid sesuai dengan prosedur yang berlaku.
Saat dikonfirmasi oleh media ini melalui pesan WhatsApp pada Jumat, 17 April 2026, Kepala Sekolah memberikan penjelasan resmi terkait perubahan yang terjadi.
“Benar, saat ini semua perbaikan sudah kami laksanakan. Papan tulis yang rusak sudah kami ganti baru, dan pengadaan meja serta kursi belajar juga sudah selesai didatangkan serta sudah terpasang di dalam kelas.
Untuk masalah dana PIP, kami juga sudah menyelesaikannya. Dana tersebut sudah kami serahkan langsung kepada orang tua murid masing-masing agar bisa dimanfaatkan tepat waktu untuk kebutuhan pendidikan anak-anak, Yang belum ada lima orang, Mereka masi di Kebun” ujar Kepala Sekolah.
Ia juga menegaskan bahwa langkah ini diambil sebagai bentuk tanggung jawab institusi pendidikan untuk memberikan pelayanan terbaik dan menciptakan suasana belajar yang layak bagi siswa-siswi di wilayah tersebut.(*)














