PIRU,Kilasnusantaranews.com – Suasana politik di tubuh kepengurusan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Kabupaten Seram Bagian Barat kian memanas, namun segalanya tetap berjalan dalam bingkai ketertiban dan demokrasi.
Dalam waktu dekat, partai Hanura ini akan menggelar Musyawarah Cabang (Muscab) momen penentu arah gerak organisasi yang pernah bersinar terang sebagai kekuatan politik utama di daerah ini, namun belakangan ini dinilai mengalami pasang surut yang cukup tajam dalam perjalanannya.
Hal ini diungkapkan langsung oleh Ketua Panitia Muscab Hanura SBB, Wahab Seknun, saat memberikan keterangan resmi kepada awak media di Kantor DPC Hanura yang berlokasi di kawasan Waimeten Pantai, Kota Piru, Senin (4/5/2026).
Menurut Wahab Seknun, tahapan pendaftaran bakal calon Ketua DPC Hanura telah resmi dibuka sejak tanggal 30 April 2026 lalu dan secara resmi ditutup pada hari Sabtu, 2 Mei 2026 yang lalu. Selama kurun waktu pendaftaran berlangsung, antusiasme para kader untuk maju dan memimpin terasa cukup tinggi. Hingga batas waktu penutupan, tercatat sudah ada tiga nama bakal calon yang telah menyelesaikan seluruh proses administrasi, mulai dari pengambilan hingga pengembalian berkas lengkap beserta formulir pendaftaran ke panitia penyelenggara.
Meski belum merilis nama-nama tersebut ke publik secara rinci, Wahab memastikan bahwa ketiga nama yang mendaftar adalah kader-kader murni partai yang memiliki rekam jejak panjang, pengalaman berorganisasi, serta dedikasi dan kesetiaan tinggi terhadap perjuangan Hanura di daerah ini.
“Sampai Saatini tercatat sudah ada 3 (tiga) bakal calon Ketua DPC Hanura yang telah menyelesaikan seluruh administrasi, mulai dari pengambilan hingga pengembalian formulir lengkap. Namun, kami juga tidak menutup kemungkinan nantinya masih ada pihak lain yang menyerahkan berkas atau mengembalikan formulir hingga verifikasi akhir dilakukan. Mereka-mereka ini adalah kader-kader terbaik yang siap bertarung secara demokrasi dan sehat untuk memimpin partai ini menuju masa depan yang lebih baik,” ungkap Wahab.
Momentum Muscab kali ini menjadi sangat penting dan ditunggu-tunggu oleh banyak kalangan, mengingat sejarah panjang perjalanan Hanura di Seram Bagian Barat yang pernah mencapai puncak kejayaannya yang sulit disaingi partai lain.
Sebagaimana diketahui, pada Pemilihan Umum tahun 2019 yang lalu, Hanura adalah kekuatan politik yang tak tergoyahkan dan berhasil keluar sebagai pemenang mutlak dengan perolehan suara tertinggi dibandingkan seluruh partai politik peserta pemilu. Kemenangan gemilang tersebut menempatkan Hanura sebagai penguasa politik di daerah ini dan menjadi penentu utama arah kebijakan serta dukungan politik di tingkat pemerintahan daerah.
Namun, seiring berjalannya waktu, citra dan kekuatan elektoral partai ini dinilai perlahan mulai meredup dan kehilangan cahaya serta kepercayaan masyarakat. Oleh karena itu, penyelenggaraan Muscab kali ini dianggap sebagai titik balik yang krusial dan momen emas untuk membangkitkan kembali semangat juang para kader serta memulihkan wibawa partai di mata rakyat Seram Bagian Barat.
“Harapan besar kami dari seluruh panitia dan seluruh kader Hanura, melalui Muscab ini nantinya akan terbentuk kepengurusan baru yang solid, kompak, dan memiliki visi serta misi yang jelas. Tugas utama mereka nanti adalah bekerja keras, bekerja cerdas, dan bekerja tuntas untuk mengembalikan kejayaan Hanura di masa depan. Setidaknya, kami berharap mampu menyalakan kembali api kemenangan dan kepercayaan masyarakat yang pernah kami raih dengan sangat gemilang pada Pemilu tahun 2019 lalu. Kami ingin Hanura kembali menjadi partai kebanggaan dan pilihan nomor satu bagi rakyat Seram Bagian Barat,” tegas Wahab penuh semangat dan harapan.
Saat ini, panitia tengah fokus melakukan verifikasi administrasi secara mendalam terhadap berkas-berkas ketiga bakal calon tersebut sebelum nantinya ditetapkan secara resmi sebagai peserta sah yang berhak bertarung dalam forum musyawarah. Mata para kader maupun publik kini tertuju pada siapa sosok yang akan terpilih nantinya, dan akankah ia mampu menjawab tantangan serta mewujudkan harapan besar untuk mengembalikan kejayaan Hanura seperti masa keemasan di tahun-tahun sebelumnya.(*)














