Daerah  

Kadis Disperindag SBB Minta Warga dan SPBU Awasi Penyaluran BBM Bersubsidi

banner 120x600

PIRU,KilasNusantaraNews.com – Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), Abidin Papalia, mengingatkan masyarakat agar tidak terlibat dalam praktik pembelian bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi dalam jumlah besar untuk diperjualbelikan kembali.

Imbauan tersebut disampaikan sebagai upaya menjaga distribusi BBM bersubsidi agar tetap tepat sasaran dan dapat dinikmati oleh masyarakat yang berhak menerima manfaatnya. Menurut Abidin, penyalahgunaan BBM bersubsidi tidak hanya merugikan negara, tetapi juga berpotensi mengurangi akses masyarakat kecil terhadap kebutuhan energi.

“Kami mengimbau masyarakat agar tidak berkompromi dengan pihak mana pun untuk membeli BBM bersubsidi dalam jumlah besar dengan tujuan dijual kembali. Jika menemukan praktik seperti itu, segera laporkan kepada pihak-pihak yang berwenang,” kata Abidin

Ia menegaskan bahwa pengawasan terhadap distribusi BBM bersubsidi tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan partisipasi aktif masyarakat. Dengan adanya pengawasan bersama, potensi penyimpangan dapat diminimalkan dan ketersediaan BBM bagi masyarakat tetap terjaga.

Selain menyasar masyarakat, Abidin juga mengingatkan seluruh pengelola Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang menyalurkan BBM bersubsidi agar tetap menjaga integritas dalam menjalankan tugasnya. Ia meminta setiap SPBU mematuhi aturan dan komitmen yang telah disepakati dalam mekanisme penyaluran BBM subsidi.

Menurutnya, kepatuhan terhadap ketentuan yang berlaku merupakan langkah penting untuk memastikan program subsidi pemerintah berjalan efektif dan tepat sasaran.

Abidin berharap sinergi antara pemerintah, pengelola SPBU, dan masyarakat dapat terus diperkuat guna mencegah penyalahgunaan BBM bersubsidi. Dengan demikian, kebutuhan masyarakat berpenghasilan rendah terhadap BBM dapat terpenuhi secara adil dan merata.

“BBM bersubsidi harus benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat bawah. Karena itu, seluruh pihak perlu bersama-sama menjaga agar penyalurannya tetap tepat sasaran,” ujarnya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *