Daerah  

Sumpah di Depan Kantor Gubernur Maluku: “Sapa Langgar Sumpah, Sumpah Bunuh Dia”

banner 120x600

AMBON, KilasNusantaraNews.com — Aksi pemuda dan mahasiswa Negeri Buano Utara di depan Kantor Gubernur Maluku, Rabu, 9 September 2026, menyisakan pesan keras. Di tengah tuntutan agar janji kampanye Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa direalisasikan, massa membawa selembar kertas putih bertuliskan sebuah sumpah.

Tulisan tersebut berbunyi:

“Sapa Bale Batu-Batu Gepe Dia, Sapa Langgar Sumpah, Sumpah Bunuh Dia.”

Ungkapan itu menjadi simbol kemarahan sekaligus peringatan massa terhadap janji politik yang mereka nilai belum direalisasikan. Namun, frasa “sumpah bunuh dia” merupakan ungkapan yang mengandung ancaman kekerasan dan tidak semestinya ditafsirkan sebagai ajakan melakukan kekerasan.

Aksi tersebut berkaitan dengan tuntutan pemuda dan mahasiswa Buano Utara agar janji kampanye Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa mengenai pembangunan fasilitas kesehatan di Desa Buano Utara tidak berhenti sebagai janji politik.

Massa mempertanyakan komitmen pemerintah provinsi setelah Lewerissa terpilih dan memimpin Maluku. Mereka menuntut adanya kejelasan mengenai kapan dan bagaimana janji pembangunan tersebut diwujudkan.

Bagi massa aksi, janji kampanye bukan sekadar rangkaian kata yang disampaikan menjelang pemilihan. Janji itu dianggap sebagai komitmen politik kepada masyarakat yang memberikan suara.

Karena itu, kedatangan mereka ke Kantor Gubernur Maluku menjadi bentuk penagihan terbuka terhadap komitmen tersebut.

Pesan pada kertas putih itu pun memperlihatkan bahwa persoalan pembangunan fasilitas kesehatan telah berkembang menjadi persoalan kepercayaan publik.

Di sisi lain, tuntutan tersebut tetap perlu disampaikan melalui cara-cara damai dan sesuai hukum. Kritik terhadap pemerintah dan penagihan janji politik merupakan bagian dari hak menyampaikan pendapat, tetapi ancaman kekerasan bukanlah jalan penyelesaian.

Kini bola berada di tangan Pemerintah Provinsi Maluku: menjawab tuntutan warga Buano Utara dengan penjelasan yang terbuka, sekaligus menunjukkan langkah konkret terhadap janji pembangunan yang pernah disampaikan kepada masyarakat.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *