PIRU, KilasNusantaraNews.com — Pemerintah Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) bersama TNI dan Polri akan membangun kembali rumah warga Desa Patahuwe yang menjadi korban bentrokan antarwarga Lisabata dan Patahuwe.
Pembangunan rumah tersebut dilakukan sebagai bentuk penanganan pemerintah terhadap warga yang terdampak konflik sosial dan mengalami kerusakan tempat tinggal.
Sekretaris Daerah Kabupaten Seram Bagian Barat, Leverne A. Tuasuun, mengatakan pemerintah daerah telah menyiapkan langkah awal untuk membantu pembangunan rumah warga korban. Pemerintah Kabupaten SBB akan menyediakan bahan bangunan, sementara TNI dan Polri menyiapkan tenaga untuk membantu proses pembangunan.
“Iya, pemerintah daerah bekerja sama dengan TNI dan Polri. Sesuai arahan Pak Panglima dan Pak Kapolda, kita siapkan bahan bangunan dan TNI-Polri siapkan tenaga untuk membantu kerja,” kata Tuasuun saat dikonfirmasi media ini, Minggu, 13 September 2026.
Menurut Tuasuun, Pemerintah Kabupaten SBB juga akan berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Maluku untuk menangani pembangunan rumah warga terdampak secara bersama-sama. Koordinasi tersebut diharapkan dapat menghasilkan dukungan anggaran agar rumah yang dibangun benar-benar layak ditempati oleh keluarga korban.
Ia mengatakan Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa dijadwalkan mengunjungi wilayah Patahuwe dan Lisabata-Patahuwe pada Senin, 14 September 2026. Kunjungan tersebut akan dimanfaatkan Pemerintah Kabupaten SBB untuk membicarakan penanganan dan bantuan bagi warga terdampak konflik.
“Besok Pak Gubernur juga akan datang ke Patahuwe dan Lisabata-Patahuwe. Kita juga akan melakukan koordinasi dengan beliau agar sama-sama bisa membantu pembangunan rumah keluarga korban dengan dana sharing,” ujar Tuasuun.
Tuasuun mengatakan skema pendanaan bersama antara Pemerintah Kabupaten Seram Bagian Barat dan Pemerintah Provinsi Maluku diharapkan dapat memastikan pembangunan rumah warga korban dilakukan dengan standar yang layak.
Selain penanganan terhadap rumah warga yang terdampak, pemerintah daerah juga terus memantau perkembangan situasi keamanan pascaterjadinya bentrokan antarwarga.
Menurut Tuasuun, kondisi di kedua desa saat ini telah berangsur kondusif.
“Saat ini kondisi kedua desa sudah kondusif,” kata dia.
Pemerintah Kabupaten Seram Bagian Barat berharap kerja sama antara pemerintah daerah, Pemerintah Provinsi Maluku, TNI, dan Polri tidak hanya membantu pemulihan fisik rumah warga terdampak, tetapi juga mempercepat pemulihan kehidupan masyarakat setelah konflik sosial yang terjadi antara warga Lisabata dan Patahuwe.(*)














