Ambon, Kilasnusantaranews.com – Akses jalan menuju Dermaga Ferry Hunimua, Desa Liang, Kabupaten Maluku Tengah, lumpuh total.
Pemalangan jalan atau yang belum selesai menyebabkan akses tertutup, sehingga ratusan mobil dan motor baik dari arah Ambon maupun dari Seram tidak bisa melintas dan terjebak dalam antrean panjang yang menyengsarakan.
Di tengah situasi yang kacau dan panas tersebut, momen emosional dan unik terekam jelas melalui siaran langsung (Live) di aplikasi TikTok yang dilakukan oleh Ny. Yeni Rosbayani Asri, Istri Bupati Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) pada Senin 20 April 2026.
Dalam video yang disiarkan langsung itu, terlihat wajah Yeni Rosbayani tampak sangat sedih dan terisak di dalam mobil. Air matanya menetes melihat kondisi di luar yang penuh dengan kendaraan terlantar dan warga yang kelelahan menunggu.
Ketua TP-PKK SBB menyampaikan isi hatinya, Yeni dengan lantang mengungkapkan alasan di balik tangisannya.
“Saya menangis karena saya tidak bisa melihat orang lain susah. Hati saya sakit melihat masyarakat susah begini, terjebak macet dan tidak bisa jalan,” ujar Yeni Rosbayani dengan suara terbata-bata dalam siaran langsung tersebut.
Ia menegaskan bahwa sifatnya memang sangat peka dan tidak tega melihat penderitaan orang lain, apalagi melihat rakyat yang harus bersusah payah dan menunggu lama di bawah terik matahari.
Lebih jauh, melalui momen emosional tersebut, Yeni Rosbayani Asri menyampaikan pesan yang sangat tegas terkait tata kelola pemerintahan.
Ia berharap agar hal yang menyedihkan seperti pemalangan jalan atau penutupan akses yang merugikan masyarakat tidak akan pernah terjadi di Kabupaten Seram Bagian Barat.
“Saya berharap dan berpesan, semoga hal seperti ini, pemalangan jalan yang menyusahkan orang banyak, tidak boleh terjadi di Kabupaten Seram Bagian Barat. Karena itu sangat merugikan orang banyak, menyusahkan rakyat, dan tidak boleh dibiarkan,” tegasnya.
Pernyataan ini disampaikannya sebagai bentuk keprihatinan sekaligus harapan agar di daerah yang dipimpin oleh suaminya, Bupati Asri Arman, infrastruktur dan akses masyarakat selalu terjaga lancar dan tidak pernah membiarkan warga kesulitan seperti yang ia saksikan saat itu.
Pernyataan dan tangisan Yeni Rosbayani ini memunculkan berbagai tanggapan dari masyarakat dan warganet.
Sebagian mengapresiasi kepekaan hatinya yang tidak tega melihat rakyat susah. Namun, banyak juga yang memberikan komentar kritis.
“Kalau memang tidak tega dan tidak mau rakyat susah, kenapa di daerah sendiri (SBB) banyak program yang hanya seremonial, menghabiskan anggaran, dan pembangunan yang mandek? Kalau benar-benar sayang rakyat, seharusnya hal-hal yang merugikan rakyat di daerah sendiri juga diperangi,” ujar salah satu warga.
Publik juga menyoroti, apakah pesan keras “Jangan ada pemalangan di SBB” ini akan menjadi komitmen nyata bagi pemerintahan di sana, atau hanya sekadar luapan emosi sesaat di depan kamera TikTok.(*)














