Hukrim  

Dugaan Korupsi dan Pemerasan di Puskesmas Inamosol Mulai Diusut, Kejari SBB Tunggu Hasil Audit Inspektorat

banner 120x600

PIRU, Kilasnusantaranews.com — Dugaan korupsi dan praktik pemerasan dalam pengelolaan anggaran di Puskesmas Inamosol, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), mulai memasuki babak serius. Selain menjadi temuan dalam pemeriksaan khusus Inspektorat Kabupaten SBB, kasus tersebut kini juga telah diproses oleh Kejaksaan Negeri Seram Bagian Barat.

Pihak kejaksaan mengaku saat ini tengah melakukan pengumpulan bahan dan keterangan (Pulbaket) sambil menunggu hasil resmi Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) dari Inspektorat Kabupaten Seram Bagian Barat.

Hal itu disampaikan Aninditia Widyanti Pelaksana Tugas Kepala Seksi Intelijen (Plt Kasintel) Kejaksaan Negeri Seram Bagian Barat saat dikonfirmasi media ini di Kantor Kejaksaan Negeri Seram Bagian Barat di Piru, Rabu, Mei 2026.

“Untuk kasus tersebut, Kejaksaan Negeri Seram Bagian Barat sudah melakukan proses fungsi data Pulbaket dan saat ini masih menunggu hasil Laporan Hasil Pemeriksaan dari Inspektorat Kabupaten Seram Bagian Barat,” ujar Aninditia Widyanti.

Kasus yang menyeret nama Kepala Puskesmas Inamosol, Alexander Lessil, itu sebelumnya mencuat setelah Inspektorat Kabupaten SBB melakukan pemeriksaan khusus terkait dugaan pemotongan anggaran perjalanan program milik pegawai pada tahun anggaran 2024 dan 2025.

Berdasarkan informasi yang diperoleh dari sumber terpercaya di lingkungan Inspektorat Kabupaten SBB, pemeriksaan internal menemukan adanya indikasi pemotongan anggaran perjalanan program terhadap pegawai yang menjalankan kegiatan dinas lapangan.

Menurut sumber tersebut, pada tahun 2024 setiap pegawai yang melakukan perjalanan program diduga mengalami pemotongan anggaran sebesar Rp700 ribu. Sementara pada tahun 2025, pemotongan kembali terjadi dengan nilai sekitar Rp500 ribu untuk setiap kegiatan.

“Pemeriksaan khusus sudah dilakukan dan memang sudah ada temuan terkait pemotongan anggaran perjalanan program tahun 2024 dan 2025,” ujar sumber di lingkungan Inspektorat kepada wartawan.

Inspektorat disebut masih melakukan pendalaman terhadap total potensi kerugian daerah yang muncul dalam kasus tersebut. Meski belum ada angka final, tim pemeriksa dikabarkan telah mengantongi sejumlah bukti awal terkait dugaan penyimpangan anggaran.

“Yang pasti sudah ada temuan. Nilainya lumayan besar, tetapi belum bisa disampaikan secara final karena pemeriksaan masih berjalan,” katanya.

Saat ditanya apakah nilai dugaan kerugian mencapai Rp500 juta, sumber tersebut menyebut angkanya belum sampai pada nilai itu. Namun ia mengakui temuan sementara berada di kisaran lebih dari Rp300 juta.

“Kurang lebih di angka Rp300 juta lebih, tetapi nanti akan disampaikan secara resmi setelah seluruh proses pemeriksaan selesai,” ujarnya.

Kasus ini menjadi sorotan publik karena dugaan pemotongan anggaran disebut dilakukan secara sistematis terhadap tenaga kesehatan yang menjalankan program pelayanan kesehatan di lapangan.

Sejumlah pegawai dan tenaga kesehatan di lingkungan Puskesmas Inamosol juga dikabarkan telah dimintai keterangan oleh tim pemeriksa Inspektorat terkait mekanisme pencairan hingga dugaan pemotongan anggaran perjalanan program tersebut.

Selain dugaan korupsi anggaran perjalanan, muncul pula dugaan adanya tekanan dan pemaksaan terhadap pegawai dalam proses pemotongan dana kegiatan. Dugaan praktik tersebut kini turut menjadi bagian dari materi pemeriksaan.

Masuknya kasus ini ke Kejaksaan Negeri Seram Bagian Barat dinilai sebagai sinyal awal keseriusan aparat penegak hukum dalam menelusuri dugaan penyimpangan anggaran di sektor pelayanan kesehatan.

Publik kini mendesak Pemerintah Kabupaten Seram Bagian Barat serta aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas kasus tersebut secara transparan dan profesional. Masyarakat menilai dugaan pemotongan anggaran program kesehatan tidak hanya berpotensi merugikan keuangan daerah, tetapi juga dapat menghambat pelayanan kesehatan bagi masyarakat di wilayah terpencil Kecamatan Inamosol.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak Inspektorat Kabupaten Seram Bagian Barat belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait hasil akhir pemeriksaan khusus tersebut. Sementara Kepala Puskesmas Inamosol, Alexander Lessil, juga belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan yang menyeret namanya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *