JAKARTA,Kilasnusantaranews.com- Suasana rapat Komisi XIII DPR RI, Kamis, 11 Juni 2026, mendadak mencair ketika pimpinan rapat mengumumkan pergantian anggota dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Momen yang semula berlangsung formal berubah hangat setelah muncul candaan yang mengundang senyum peserta rapat.
Pergantian tersebut merujuk pada surat Fraksi PKS tentang perubahan keanggotaan Alat Kelengkapan Dewan (AKD). Dalam surat itu, anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan Maluku, Saadiah Uluputty, resmi bergabung sebagai anggota Komisi XIII DPR RI menggantikan Almuzzammil Yusuf yang kini menjabat sebagai Presiden PKS.
Saat memperkenalkan Saadiah sebagai anggota baru, pimpinan rapat menyampaikan seloroh yang langsung menarik perhatian peserta.
“Ini Presiden digantikan oleh Wakil Presiden, Bu ya,” ujar pimpinan rapat disambut senyum dan tawa ringan peserta sidang.
Candaan tersebut merujuk pada posisi Almuzzammil Yusuf sebagai Presiden PKS, sementara Saadiah Uluputty saat ini mengemban amanah sebagai Wakil Presiden PKS Bidang Perempuan dan Ketahanan Keluarga.
Meski sederhana, suasana hangat itu menjadi warna tersendiri di tengah agenda rapat yang membahas berbagai persoalan strategis dalam lingkup kerja Komisi XIII DPR RI.
Bagi Saadiah, perpindahan komisi tersebut menandai babak baru dalam tugasnya sebagai wakil rakyat. Sebelumnya, legislator asal Maluku itu bertugas di Komisi V DPR RI yang membidangi infrastruktur, transportasi, perumahan rakyat, pembangunan desa, serta kawasan tertinggal.
Selama berada di Komisi V, Saadiah dikenal aktif memperjuangkan pembangunan infrastruktur dan konektivitas wilayah kepulauan, khususnya di kawasan timur Indonesia. Perpindahannya ke Komisi XIII dinilai membuka ruang baru untuk memperjuangkan kepentingan masyarakat melalui bidang tugas yang berbeda.
Sebagai satu-satunya anggota DPR RI perempuan dari Maluku, kehadiran Saadiah di Komisi XIII juga diharapkan memperkuat representasi daerah dalam pembahasan berbagai kebijakan nasional yang menjadi ruang lingkup komisi tersebut.
Pergantian anggota AKD merupakan hal yang lazim terjadi dalam dinamika parlemen. Namun, momen di ruang rapat Komisi XIII kali ini memperlihatkan sisi lain kehidupan politik di Senayan. Di tengah pembahasan berbagai agenda kenegaraan yang serius, suasana kekeluargaan dan keakraban tetap hadir dalam interaksi antaranggota dewan.
Candaan tentang “Presiden digantikan Wakil Presiden” mungkin hanya berlangsung beberapa detik. Namun momen itu menjadi pengingat bahwa politik tidak selalu berlangsung dalam ketegangan dan perdebatan. Sesekali, ruang parlemen juga menghadirkan suasana hangat yang mencerminkan hubungan kolegial antarsesama wakil rakyat.
Dengan bergabungnya Saadiah Uluputty ke Komisi XIII, Fraksi PKS resmi melakukan penyesuaian komposisi anggotanya di alat kelengkapan dewan. Sementara itu, publik Maluku kini menanti bagaimana legislator tersebut melanjutkan perjuangan aspirasi daerahnya melalui medan pengabdian yang baru di DPR RI. (*)














