JAKARTA,Kilasnusantaranews.com – Presiden Prabowo Subianto melontarkan pernyataan tegas kepada pihak-pihak yang terus menyuarakan pesimisme terhadap masa depan Indonesia. Menurut Prabowo, mereka yang meyakini Indonesia sebagai negara yang suram dan tidak memiliki harapan dipersilakan mencari negara lain untuk ditinggali.
Pernyataan tersebut disampaikan Presiden saat menanggapi berbagai narasi yang berkembang di ruang publik mengenai kondisi Indonesia. Prabowo menegaskan bahwa pemerintah saat ini sedang bekerja keras melakukan transformasi di berbagai sektor untuk membawa Indonesia menjadi negara maju dengan pertumbuhan ekonomi yang kuat dan berkelanjutan.
“Kalau ada yang merasa Indonesia suram, silakan kalau mau cari negara lain,” kata Prabowo dalam pernyataannya yang kemudian ramai diperbincangkan publik melalui video yang beredar di media sosial.
Presiden menilai pesimisme yang terus disebarkan tidak akan membantu proses pembangunan nasional. Sebaliknya, bangsa Indonesia membutuhkan optimisme, persatuan, dan semangat gotong royong agar mampu menghadapi tantangan global yang semakin kompleks.
Prabowo menegaskan pemerintah tidak tinggal diam menghadapi berbagai persoalan. Berbagai program strategis, mulai dari penguatan ketahanan pangan, hilirisasi industri, pembangunan infrastruktur, hingga peningkatan kualitas sumber daya manusia terus dijalankan sebagai fondasi menuju Indonesia sebagai negara maju.
Menurut Presiden, keberhasilan pembangunan tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga memerlukan dukungan seluruh elemen masyarakat. Karena itu, ia mengajak masyarakat untuk menumbuhkan rasa percaya diri terhadap kemampuan bangsa sendiri.
Pernyataan tersebut memicu beragam tanggapan di ruang publik. Sebagian kalangan menilai ucapan Presiden merupakan bentuk ajakan untuk membangun optimisme nasional. Di sisi lain, ada pula yang berpendapat bahwa kritik dan pandangan pesimistis tetap merupakan bagian dari kebebasan berpendapat dalam negara demokrasi.
Meski demikian, pemerintah menegaskan bahwa kritik yang bersifat konstruktif tetap dibutuhkan sebagai bahan evaluasi, selama disampaikan secara bertanggung jawab dan bertujuan memperbaiki kualitas penyelenggaraan pemerintahan.
Video pidato Presiden itu pun menjadi perhatian luas dan memunculkan diskusi mengenai pentingnya menjaga keseimbangan antara optimisme terhadap masa depan bangsa dan ruang kritik dalam kehidupan demokrasi Indonesia.(*)














