AMBON,Kilasnusantaranews.com – Anggota DPR RI Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Daerah Pemilihan Maluku, Saadiah Uluputty, ST, mengajak kader perempuan untuk membangun karakter tangguh, disiplin, dan berdaya saing melalui proses pembinaan yang berkesinambungan. Pesan tersebut disampaikan saat menghadiri sekaligus memberikan motivasi kepada peserta LATANSA (Pelatihan Perempuan Siaga) yang diselenggarakan DPD PKS Kota Ambon di kawasan Taeno Bawah, Minggu (5/7/2026).
Kegiatan tersebut diikuti kader perempuan PKS dengan fokus pada penguatan kapasitas fisik, mental, spiritual, dan kepemimpinan sebagai bekal menjalankan peran di lingkungan keluarga, masyarakat, hingga kehidupan berbangsa dan bernegara.
Dalam arahannya, Saadiah menegaskan bahwa perempuan memiliki posisi strategis dalam pembangunan bangsa. Menurutnya, kualitas generasi masa depan sangat dipengaruhi oleh kualitas perempuan sebagai pendidik pertama di lingkungan keluarga.
“Ketika perempuan tangguh, cerdas akalnya, kuat mentalnya, dan kokoh kepribadiannya, maka akan lahir generasi yang juga kuat dan siap menjadi pemimpin bangsa di masa depan,” ujar Saadiah di hadapan peserta.
Ia menekankan bahwa ketangguhan tidak lahir dari kehidupan yang serba nyaman, melainkan ditempa melalui proses yang penuh tantangan. Karena itu, berbagai latihan lapangan yang dijalani peserta merupakan bagian dari pembentukan karakter kepemimpinan, kedisiplinan, serta ketahanan mental.
Menurut Saadiah, menghadapi panas matahari, hujan, rasa lelah, hingga menguras tenaga merupakan bagian dari proses pendidikan yang akan membentuk pribadi yang lebih kuat apabila dijalani dengan kesungguhan.
“Berpanas di bawah matahari, diterpa hujan, merasakan lelah, dan bercucuran keringat adalah bagian dari latihan. Jika semua itu diniatkan sebagai ibadah kepada Allah SWT, maka setiap langkah akan bernilai pahala dan menjadi jalan meraih ridha-Nya,” katanya.
Selain memberikan motivasi, legislator PKS tersebut juga menyampaikan tiga pesan utama kepada seluruh peserta. Pertama, meluruskan niat dalam setiap aktivitas sebagai bentuk pengabdian kepada Allah SWT. Kedua, membangun mental yang kuat, disiplin, dan pantang menyerah dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan. Ketiga, mempererat ukhuwah serta memperkuat solidaritas antarsesama perempuan agar mampu menjadi kekuatan sosial dalam membangun keluarga, masyarakat, dan bangsa.
Dalam perspektif politik kebangsaan, Saadiah menilai peningkatan kapasitas perempuan merupakan bagian penting dari pembangunan sumber daya manusia. Menurutnya, perempuan tidak hanya memiliki peran domestik, tetapi juga berkontribusi dalam pembangunan daerah, pemberdayaan masyarakat, hingga penguatan demokrasi melalui partisipasi aktif di berbagai sektor.
Pelaksanaan LATANSA menjadi salah satu bentuk kaderisasi yang dilakukan PKS untuk mempersiapkan perempuan yang memiliki integritas, kepemimpinan, kepedulian sosial, serta kemampuan menghadapi dinamika kehidupan dan tantangan pembangunan di masa mendatang.
Selama kegiatan berlangsung, peserta mengikuti berbagai materi pembinaan, diskusi, dan latihan lapangan yang dirancang untuk membangun ketahanan fisik, mental, spiritual, serta jiwa pelayanan kepada masyarakat.
Melalui kegiatan tersebut, DPD PKS Kota Ambon berharap lahir kader-kader perempuan yang tidak hanya memiliki kemampuan kepemimpinan, tetapi juga mampu menjadi teladan di tengah masyarakat, memperkuat ketahanan keluarga, serta memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan Maluku dan Indonesia.(*)














