AMBON,Kilasnusantaranews.com – Kepolisian Daerah (Polda) Maluku menggelar Upacara Peringatan Hari Bhayangkara Ke-80 di Lapangan Markas Polda Maluku, Rabu, 1 Juli 2026. Upacara berlangsung khidmat dan diikuti personel Polri, TNI, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pejabat pemerintah daerah, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta berbagai elemen masyarakat di Maluku.
Peringatan Hari Bhayangkara tahun ini menjadi momentum refleksi bagi institusi Polri untuk memperkuat profesionalisme, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta memperteguh komitmen dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
Bertindak sebagai inspektur upacara, Kapolda Maluku Irjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto, S.H., S.I.K., M.Si., menegaskan bahwa Hari Bhayangkara ke-80 bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum untuk memperkuat pengabdian Polri kepada masyarakat, bangsa, dan negara. Dadang Hartanto diketahui menjabat Kapolda Maluku sejak Agustus 2025.
Dalam amanatnya, Kapolda menekankan pentingnya transformasi Polri yang Presisi (Prediktif, Responsibilitas, dan Transparansi Berkeadilan) agar semakin mampu menjawab harapan masyarakat di tengah dinamika sosial yang terus berkembang.
“Polri harus terus hadir sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat. Kepercayaan publik merupakan modal utama yang harus dijaga melalui pelayanan yang profesional, humanis, dan berkeadilan,” kata Dadang Hartanto.
Ia juga mengapresiasi dukungan seluruh masyarakat Maluku yang selama ini berperan aktif menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban di daerah. Menurutnya, situasi kamtibmas yang kondusif merupakan hasil kerja bersama antara Polri, TNI, pemerintah daerah, tokoh agama, tokoh adat, tokoh pemuda, dan seluruh komponen masyarakat.
Kapolda menegaskan bahwa tantangan keamanan ke depan semakin kompleks, mulai dari perkembangan teknologi informasi, ancaman kejahatan siber, penyalahgunaan narkotika, hingga potensi konflik sosial. Karena itu, Polri dituntut terus meningkatkan kapasitas sumber daya manusia dan memperkuat sinergi lintas sektor.
Peringatan Hari Bhayangkara Ke-80 di Maluku juga menjadi puncak dari berbagai kegiatan sosial dan kemasyarakatan yang telah dilaksanakan sebelumnya. Beragam kegiatan seperti bakti sosial, bantuan kemanusiaan, pelayanan kesehatan gratis, donor darah, hingga kegiatan keagamaan dilaksanakan jajaran kepolisian sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat.
Selain pelaksanaan upacara, Polda Maluku juga memberikan penghargaan kepada personel berprestasi yang dinilai berhasil menunjukkan dedikasi dan kinerja terbaik dalam pelaksanaan tugas kepolisian. Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi sekaligus motivasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan syukuran Hari Bhayangkara Ke-80 yang berlangsung dalam suasana kebersamaan dan penuh kekeluargaan.
Memasuki usia delapan dekade, Polri diharapkan semakin memperkuat transformasi menuju institusi yang modern, profesional, dan terpercaya. Di wilayah Maluku yang memiliki karakteristik kepulauan, sinergi antara aparat keamanan dan masyarakat dinilai menjadi kunci utama dalam menjaga stabilitas daerah serta mendukung pembangunan yang berkelanjutan.
Peringatan Hari Bhayangkara Ke-80 menjadi pengingat bahwa tugas Polri tidak hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai pelayan publik yang senantiasa hadir memberikan rasa aman, keadilan, dan perlindungan bagi seluruh masyarakat Indonesia. (*)














