Daerah  

Di Tengah Luka Konflik, 120 Anak Patahuwe Kembali Tertawa, Gubernur Maluku Apresiasi Trauma Healing Polwan SBB

banner 120x600

PIRU, KilasNusantaraNews.com — Di tengah situasi konflik yang menyisakan ketegangan dan luka, 120 anak Desa Patahuwe, Kecamatan Taniwel, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), diajak kembali menemukan ruang untuk tertawa.

Senin, 14 September 2026, suasana berbeda terlihat saat Polisi Wanita (Polwan) Polres SBB menggelar trauma healing bagi anak-anak Patahuwe di Desa Taniwel. Permainan, canda dan komunikasi menjadi cara sederhana untuk mengikis ketakutan yang membayangi mereka.

Gubernur Maluku hadir menyaksikan kegiatan tersebut. Ia tidak sekadar berdiri sebagai tamu. Gubernur turun berinteraksi dengan anak-anak yang mengikuti kegiatan trauma healing.

Anak-anak pun terlihat antusias. Mereka mengikuti permainan, berbicara dengan personel Polwan dan menikmati kebersamaan yang untuk sesaat membuat suasana terasa jauh dari ketegangan.

Perhatian Gubernur Maluku terhadap kegiatan tersebut berujung pada apresiasi kepada tim trauma healing Polres SBB. Pendampingan dengan pendekatan ramah dan humanis dinilai penting untuk membantu anak-anak menghadapi situasi sulit yang mereka alami.

Bagi anak-anak, konflik bukan sekadar persoalan orang dewasa. Ketegangan yang terjadi dapat meninggalkan rasa takut dan mengganggu ruang mereka untuk belajar, bermain dan tumbuh secara normal.

Kapolres SBB AKBP Refindo P. Rulando mengatakan trauma healing merupakan bentuk kepedulian Polri kepada masyarakat, terutama anak-anak yang membutuhkan pendampingan dan suasana aman.

“Personel kami berupaya mendekati anak-anak dengan cara yang sederhana, melalui permainan, komunikasi dan kebersamaan. Kami ingin mereka merasa diperhatikan dan mendapatkan suasana yang menyenangkan,” kata Refindo.

Kehadiran Gubernur Maluku, kata Refindo, menjadi dukungan moral bagi jajaran Polres SBB dalam menjalankan pendampingan kepada masyarakat.

“Kami sangat mengapresiasi kehadiran Bapak Gubernur yang secara langsung berinteraksi dengan anak-anak. Apresiasi beliau kepada tim trauma healing juga menjadi motivasi bagi personel kami untuk terus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujarnya.

Kegiatan diawali dengan perkenalan personel Polwan dan doa. Setelah itu, anak-anak mengikuti ice breaking dan berbagai permainan interaktif.

Sebanyak 120 anak ikut dalam kegiatan tersebut. Mereka terdiri atas 20 anak PAUD, 60 siswa SD, 25 siswa SMP dan 15 siswa SMA.

Polwan Polres SBB juga menyerahkan bantuan berupa alat tulis, kudapan serta sejumlah kebutuhan sehari-hari kepada anak-anak dan masyarakat.

Kabag SDM Polres SBB AKP Costantinus Rangkoly, Kasubbagbekpal Baglog Polres SBB IPTU Petra C. Tuasuun dan personel Polwan Polres SBB turut hadir dalam kegiatan tersebut.

Trauma healing itu mungkin tidak serta-merta menghapus ingatan buruk tentang konflik. Namun, di tengah situasi yang belum sepenuhnya pulih, permainan sederhana dan perhatian orang dewasa dapat menjadi awal untuk mengembalikan rasa aman.

Hari itu, 120 anak Patahuwe tidak diajak membicarakan konflik. Mereka diajak bermain.

Dan di antara permainan itu, tawa anak-anak kembali terdengar.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *