SBB,KilasNusantaraNews.com β Keluarga dua warga Dusun Laela, Desa Luhu, Kecamatan Huamual, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), Maluku, Edi dan Salman, meminta pemerintah turun tangan mempercepat proses penanganan dan pemulangan jenazah kedua almarhum dari perairan Uruguay.
Permintaan itu disampaikan Mursalin Wally, pihak keluarga kedua almarhum, kepada KilasNusantaraNews. Mursalin membenarkan informasi mengenai kondisi kedua saudaranya tersebut. Menurut dia, informasi awal yang diterima keluarga berasal dari perusahaan yang memberangkatkan Edi dan Salman bekerja sebagai anak buah kapal (ABK).
“Kami mendapat informasi dari perusahaan yang memberangkatkan mereka,” kata Mursalin.
Mursalin mengatakan keluarga juga telah berkomunikasi dengan pihak perusahaan terkait proses pemulangan jenazah. Namun, hingga kini keluarga belum memperoleh kepastian yang jelas mengenai kapan dan bagaimana jenazah kedua almarhum dapat dipulangkan ke kampung halaman.
Situasi itu membuat keluarga berharap pemerintah tidak membiarkan mereka menghadapi persoalan tersebut sendirian, terlebih karena proses pemulangan jenazah dari luar negeri melibatkan koordinasi lintas lembaga dan negara.
“Kami meminta Pemerintah Republik Indonesia membantu keluarga agar jenazah kedua saudara kami bisa segera dipulangkan,” ujar Mursalin.
Kedua almarhum diketahui berasal dari Dusun Laela, Desa Luhu, Kecamatan Huamual, SBB. Keluarga berharap jenazah dapat segera kembali ke tanah kelahiran agar dapat dimakamkan dan keluarga memperoleh kepastian setelah menerima kabar duka tersebut.
Persoalan utama yang kini dihadapi keluarga bukan hanya kabar mengenai kedua almarhum, tetapi juga kepastian mengenai proses penanganan jenazah.
Keluarga membutuhkan informasi resmi mengenai keberadaan jenazah, posisi kapal atau fasilitas tempat jenazah ditangani, pihak yang bertanggung jawab dalam proses pemulangan, hingga jadwal kepulangan ke Indonesia.
Apalagi, jika kedua almarhum berangkat bekerja sebagai ABK melalui perusahaan atau agen penempatan, maka pemerintah perlu memastikan seluruh hak pekerja dan ahli waris ditangani sesuai ketentuan yang berlaku.
Hingga informasi ini disusun, belum diperoleh keterangan resmi dari instansi pemerintah mengenai sejauh mana proses penanganan dan pemulangan kedua jenazah tersebut.
Keluarga berharap pemerintah daerah tidak berhenti pada penyampaian belasungkawa, tetapi memastikan persoalan ini dikawal sampai jenazah tiba di kampung halaman.
Pemerintah Kabupaten SBB dan Pemerintah Provinsi Maluku dinilai memiliki peran penting untuk menjadi penghubung keluarga dengan pemerintah pusat, perusahaan atau agen pemberangkatan, serta pihak perwakilan Indonesia di luar negeri.
Selain pemulangan jenazah, keluarga juga perlu mendapatkan penjelasan mengenai hak-hak kedua almarhum sebagai pekerja, termasuk apabila terdapat gaji yang belum dibayarkan, asuransi, jaminan sosial, santunan kematian, maupun hak lain yang melekat kepada pekerja dan ahli waris.
Keluarga juga sebelumnya menyampaikan aspirasi kepada Saβadiah Uluputty dan berharap aspirasi tersebut dapat ditindaklanjuti melalui koordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait.
Sebab bagi keluarga Edi dan Salman, persoalan ini bukan sekadar administrasi pemulangan pekerja dari luar negeri. Ini menyangkut kepastian keberadaan dua jenazah dan hak keluarga untuk menerima serta memakamkan orang yang mereka cintai di tanah kelahiran.
Pemerintah diharapkan segera memberikan penjelasan terbuka mengenai siapa yang menangani, di mana posisi jenazah, apa kendalanya, dan kapan pemulangan dapat dilakukan.(*)














