Daerah  

Kemarau Kepung Kotania Atas, Polres SBB Bergerak! 3.600 Liter Air Bersih Disalurkan untuk Warga

banner 120x600

PIRU,KilasNusantaraNews.com – Di tengah kesulitan air bersih akibat musim kemarau berkepanjangan, Polres Seram Bagian Barat (SBB) menyalurkan 3.600 liter air bersih kepada warga Dusun Kotania Atas, Desa Eti, Kecamatan Seram Barat, Kamis (5/11/2026).

Pendistribusian yang berlangsung sekitar pukul 10.30 WIT itu dipimpin Kasat Binmas Polres SBB IPTU Irwan Nismon Siifu, dengan melibatkan Pejabat Utama (PJU), Kapolsek Piru, personel Satbinmas, Bhabinkamtibmas Desa Eti, serta personel Satlantas.

Untuk memenuhi kebutuhan warga, personel Polres SBB mengangkut air dari sungai Desa Lumoly menggunakan dua unit mobil double cabin. Proses distribusi juga dibantu satu unit mobil pikap L300 yang dilengkapi dua tangki air.

Setibanya di Kotania Atas, air bersih tersebut disalurkan ke bak penampungan agar dapat dimanfaatkan warga untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga sehari-hari.

Kapolres SBB AKBP Refindo Pradikta Rulando mengatakan, pendistribusian air bersih merupakan bentuk kepedulian Polri terhadap masyarakat yang mengalami kesulitan memperoleh kebutuhan dasar akibat kemarau.

“Polri hadir bukan hanya untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga memberikan pelayanan dan membantu warga yang sedang menghadapi kesulitan. Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban masyarakat,” kata Refindo.

Ia juga mengimbau masyarakat agar menggunakan air secara bijak, mengutamakan kebutuhan pokok keluarga, serta menjaga kebersihan lingkungan dan sumber air yang masih tersedia.

Menurut Refindo, Polres SBB akan terus berupaya menghadirkan kegiatan sosial dan kemanusiaan sebagai bagian dari pelayanan kepolisian yang responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Bantuan tersebut mendapat apresiasi dari Kepala Dusun Kotania Atas bersama warga. Mereka menyampaikan terima kasih kepada Kapolres SBB dan seluruh personel yang telah membantu menyediakan air bersih di tengah kondisi kemarau.

Di tengah keterbatasan akses air bersih, bantuan 3.600 liter itu menjadi bentuk kehadiran negara melalui pelayanan kepolisian. Namun, kebutuhan air masyarakat tetap memerlukan perhatian berkelanjutan agar warga tidak terus bergantung pada distribusi bantuan ketika musim kemarau berlangsung.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *