PIRU, KilasNusantaraNews.com – Kapolres Seram Bagian Barat (SBB), AKBP Refindo Pradikta Rulando, S.I.K., M.A.P., C.L.M.A., mendorong pengembangan program ketahanan pangan berbasis keluarga melalui kolaborasi dengan Jemaat Hatumuli, Dusun Hatumuli, Desa Piru, Kecamatan Seram Barat.
Dorongan tersebut disampaikan saat Kapolres bersilaturahmi dengan Pimpinan Jemaat Hatumuli, Pdt. Noce Latue, S.Si., Senin (2/11/2026), sekitar pukul 14.20 WIT.
Dalam pertemuan itu, Pdt. Noce Latue menjelaskan, Jemaat Hatumuli tengah mengembangkan program Keluarga Menanam dengan memanfaatkan lahan yang tersedia untuk membudidayakan sejumlah komoditas hortikultura, seperti sawi, stroberi, jahe, daun sup, seledri, dan kol.
Program tersebut diarahkan untuk mendorong kemandirian pangan keluarga, menekan pengeluaran rumah tangga, sekaligus membuka peluang tambahan pendapatan bagi jemaat.
Kapolres SBB menyambut positif inisiatif tersebut. Menurut dia, gerakan menanam di lingkungan keluarga sejalan dengan kebijakan pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional sebagaimana arahan Presiden RI dan Kapolri.
Polres SBB, kata dia, siap berkoordinasi dan berkolaborasi dengan pimpinan jemaat serta masyarakat untuk mengembangkan program Keluarga Menanam menjadi model desa binaan ketahanan pangan.
Kapolres berharap program tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan menanam, tetapi berkembang menjadi gerakan pemberdayaan ekonomi masyarakat yang berkelanjutan.
Pemanfaatan lahan produktif, menurut dia, dapat menjadi salah satu langkah konkret untuk memperkuat kemandirian keluarga sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Ia juga mengajak seluruh jemaat mempertahankan semangat kebersamaan dan konsistensi dalam mengembangkan program tersebut agar dapat menjadi inspirasi bagi dusun dan desa lainnya di Kabupaten SBB.
Dalam kegiatan silaturahmi itu, Kapolres didampingi Kasat Binmas Polres SBB, IPTU M. Irwan Nismon Siifu.
Melalui kolaborasi dengan tokoh agama dan masyarakat, Polres SBB berupaya memperluas kemitraan dalam mendukung ketahanan pangan, memperkuat ekonomi keluarga, serta menciptakan masyarakat yang mandiri dan sejahtera.(*)














