Piru, Kilasnusantaranews.com – Sungguh kenyataan yang sangat memilukan dan memalukan. Tim media yang memantau langsung di lokasi kejadian menemukan fakta bahwa keterlambatan penanganan menjadi penyebab utama hangusnya Pasar Rakyat Piru, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB).
Api mulai berkobar hebat sekitar pukul 15.30 WIT, namun unit Pemadam Kebakaran (Damkar) milik Pemerintah Kabupaten SBB baru tiba di lokasi setelah api mengamuk selama kurang lebih 1 JAM.
Saat mobil pemadam akhirnya hadir, apa yang bisa diselamatkan? Hampir tidak ada.
Dalam rentang waktu satu jam tersebut, api dengan leluasa melahap seluruh area pasar. Puluhan kios pedagang yang berisi barang dagangan dan modal hidup keluarga, sudah terlanjur lenyap dilalap si jago merah.
Petugas hanya bisa menyisakan pekerjaan memadamkan sisa-sisa api dan mendinginkan area yang sudah rata dengan tanah. Upaya penanganan dinilai terlambat dan tidak maksimal, karena datang saat bencana sudah mencapai puncak kerusakannya.
“Ini sungguh keterlambatan yang fatal. Api sudah membakar habis satu blok pasar, baru mobil damkar kelihatan. Untuk apa ada instansi kalau responnya selemah ini?” ujar salah seorang warga dengan nada emosi di lokasi.
Suasana semakin memilukan melihat para pedagang yang hanya bisa berdiri terpaku. Mereka menyaksikan harta benda mereka habis tak bersisa, sementara bantuan dari pemerintah dinilai tak kunjung datang tepat waktu.
Kerugian materi diperkirakan sangat besar, dan hal ini diperparah oleh lambatnya respon penanganan bencana yang seharusnya menjadi prioritas utama.
Masyarakat menuntut penjelasan rasional atas keterlambatan yang mengakibatkan kerugian besar ini.(*)














