PIRU, Kilasnusantaranews.com – Sejumlah warga Desa Hatusua, Kecamatan Kairatu, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), melakukan aksi pemalangan Jalan Lintas Seram pada Kamis malam. Aksi tersebut menyebabkan arus lalu lintas sempat terganggu selama sekitar dua jam.
Kapolres Seram Bagian Barat, AKBP Andi Zulkifli, mengatakan aksi pemalangan mulai terjadi pada kamis 28 juli 2026 sekitar pukul 19.00 WIT dan akses jalan kembali dibuka sekitar pukul 21.00 WIT setelah dilakukan koordinasi dan mediasi oleh aparat kepolisian bersama pemerintah desa.
Menurut Andi, berdasarkan hasil penanganan di lapangan, aksi tersebut dipicu oleh kesalahpahaman masyarakat terkait penanganan pengaduan di Polsek.
“Terjadi misinformasi terkait pengaduan masyarakat ke Polsek. Pengaduan sebenarnya sudah ditangani, namun pelapor belum membuat Laporan Polisi (LP), sehingga mengira Polsek tidak menanggapi. Padahal, pihak pengadu memang belum membuat Laporan Polisi,” kata Andi saat dikonfirmasi.
Ia menjelaskan, kepolisian segera mengambil langkah-langkah persuasif untuk meredam situasi agar tidak berkembang menjadi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat yang lebih luas.
“Langkah yang kami lakukan adalah berkoordinasi dengan Pemerintah Desa Hatusua, melakukan pengamanan di lokasi, serta mengarahkan warga yang merasa memiliki permasalahan untuk membuat Laporan Polisi agar dapat ditindaklanjuti oleh Polsek maupun Polres sesuai prosedur hukum,” ujarnya.
Setelah dilakukan komunikasi dengan warga dan pemerintah desa, massa akhirnya membuka kembali akses Jalan Lintas Seram sehingga arus kendaraan kembali normal.
Kapolres mengimbau masyarakat agar setiap persoalan hukum disampaikan melalui mekanisme yang telah diatur dalam peraturan perundang-undangan. Ia menegaskan bahwa laporan yang disampaikan secara resmi akan diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
“Kami mengajak masyarakat untuk menyampaikan setiap persoalan melalui jalur hukum dan tidak melakukan tindakan yang dapat mengganggu kepentingan umum, seperti pemalangan jalan. Kepolisian berkomitmen memberikan pelayanan kepada masyarakat sesuai prosedur yang berlaku,” kata Andi.
Hingga berita ini diterbitkan, situasi di Desa Hatusua dilaporkan telah kondusif dan arus lalu lintas di ruas Jalan Lintas Seram kembali berjalan normal. Polisi juga terus melakukan koordinasi dengan pemerintah desa dan tokoh masyarakat guna mencegah terulangnya kejadian serupa.(*)














