SBB,KilasNusantaraNews.com — Singkatan SBB selama ini dikenal sebagai Seram Bagian Barat. Namun, Kapolres Seram Bagian Barat AKBP Refindo Pradikta Rulando menawarkan makna lain yang lebih sederhana dan dekat dengan kehidupan masyarakat: Seram Bikin Bahagia.
Pesan itu disampaikan Refindo saat menerima laporan komando dari mantan Kapolres SBB, AKBP Andi Zulkifli, beberapa waktu lalu di Aula Bhayangkara, Piru. Bagi Kapolres, keamanan tidak cukup hanya diukur dari situasi yang kondusif, tetapi juga dari sejauh mana masyarakat merasa aman, nyaman, dan dapat menjalani aktivitas tanpa rasa khawatir.
“SBB bukan hanya Seram Bagian Barat, tetapi juga Seram Bikin Bahagia,” kata Refindo.
Ungkapan tersebut menjadi pesan yang ingin dibangun Refindo dalam menjalankan tugasnya sebagai Kapolres SBB. Polisi, menurut dia, tidak hanya hadir ketika terjadi gangguan keamanan, tetapi juga harus mampu membangun komunikasi dan kedekatan dengan masyarakat.
Menurut Refindo, suasana aman tidak lahir hanya dari tindakan kepolisian. Keamanan membutuhkan keterlibatan masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, pemuda, pemerintah daerah, dan seluruh elemen yang hidup berdampingan di Kabupaten SBB.
Karena itu, ia mengajak masyarakat menjaga komunikasi dan persaudaraan. Perbedaan maupun persoalan yang muncul di tengah masyarakat diharapkan dapat diselesaikan melalui dialog, bukan dengan tindakan yang berpotensi memperbesar persoalan.
“Seram Bikin Bahagia” kemudian menjadi lebih dari sekadar permainan kata atas singkatan SBB. Pesan tersebut menggambarkan harapan agar keamanan dan ketertiban berjalan beriringan dengan kehidupan masyarakat yang nyaman dan harmonis.
Bagi kepolisian, kedekatan dengan masyarakat menjadi bagian penting dalam menjaga kamtibmas. Masyarakat bukan hanya objek pelayanan, tetapi juga mitra dalam menciptakan lingkungan yang aman.
Refindo menegaskan, menjaga keamanan merupakan tanggung jawab bersama. Polisi membutuhkan dukungan masyarakat agar berbagai potensi gangguan dapat dicegah sejak dini.
Di tengah berbagai dinamika yang dihadapi masyarakat SBB, pesan tersebut menjadi ajakan untuk melihat keamanan dari sisi yang lebih luas: bukan hanya bagaimana menjaga daerah tetap aman, tetapi bagaimana membuat masyarakat merasa aman dan bahagia di tanahnya sendiri.
SBB bukan sekadar Seram Bagian Barat. Dalam pesan Kapolres Refindo, SBB juga berarti Seram Bikin Bahagia.(*)














