Huamual,Kilasnusantaranews.com – Ketegangan antara warga Dusun Olas dan Dusun Katapang, Desa Lokki, Kecamatan Huamual, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), kembali mencuat. Senin, 6 Juli 2026, puluhan warga Dusun Olas menutup akses jalan yang biasa dilalui masyarakat Dusun Katapang menuju Kota Piru maupun dari arah Piru menuju Katapang.
Pantauan media ini di lokasi menunjukkan puluhan pemuda berkumpul di ruas jalan utama sambil menutup badan jalan menggunakan batu. Aksi tersebut membuat kendaraan maupun warga Dusun Katapang tidak dapat melintasi jalur tersebut.
Menurut salah seorang pemuda Dusun Olas, Abdul Mukmin, pemalangan dilakukan sebagai bentuk protes terhadap aparat kepolisian yang dinilai belum memberikan kepastian dan jaminan keamanan bagi masyarakat Dusun Olas.
“Hingga hari ini kami belum merasa ada jaminan keselamatan bagi masyarakat Olas ketika harus melintas di wilayah Katapang. Karena itu kami menutup akses bagi warga Katapang sebagai bentuk tuntutan agar aparat segera mengambil langkah yang tegas,” kata Abdul Mukmin kepada media ini di Dusun Olas, Senin, 6 Juli 2026.
Mukmin menegaskan aksi yang dilakukan warga tidak disertai tindakan anarkistis. Menurut dia, apabila ada warga Dusun Katapang yang hendak melintas, massa hanya meminta mereka kembali dan tidak melanjutkan perjalanan melewati Dusun Olas.
“Kami tidak melakukan kekerasan. Kami hanya meminta mereka putar balik. Ini adalah bentuk protes agar aparat benar-benar menyelesaikan persoalan keamanan yang selama ini kami rasakan,” ujarnya.
Aksi pemalangan tersebut mencerminkan masih kuatnya rasa khawatir dan belum pulihnya kepercayaan masyarakat pascaketegangan yang terjadi sebelumnya. Warga Olas menilai situasi keamanan belum sepenuhnya kondusif sehingga mereka memilih menutup akses sebagai langkah antisipasi sampai ada kepastian dari aparat penegak hukum.
Warga berharap Kepolisian Republik Indonesia, khususnya Polres Seram Bagian Barat, segera mengambil langkah yang terukur, profesional, dan adil untuk menjamin keamanan seluruh masyarakat serta mencegah konflik kembali meluas.
Hingga berita ini diterbitkan, Polres Seram Bagian Barat yang di hubungi belum memberikan keterangan resmi .(*)














