AMBON,Kilasnusantaranews.com — Camat Pulau Haruku, Saipudin Latuconsina, berharap kunjungan tim Bank Dunia ke Negeri Kailolo, Kabupaten Maluku Tengah, tidak berhenti pada peninjauan lapangan. Ia meminta kondisi Pelabuhan Kailolo yang dinilai sudah tidak memadai menjadi salah satu perhatian dalam agenda pengembangan konektivitas dan sistem logistik di wilayah kepulauan.
Menurut Saipudin, Pelabuhan Kailolo memiliki posisi penting bagi masyarakat Pulau Haruku. Pelabuhan tersebut menjadi salah satu akses utama mobilitas warga sekaligus jalur distribusi barang dan kebutuhan pokok ke pulau itu.
“Pelabuhan Kailolo perlu segera diperbaiki. Jika pelayanan kapal feri terganggu atau bahkan tidak dapat beroperasi akibat kondisi pelabuhan yang kurang layak, maka distribusi barang ke Pulau Haruku juga akan terganggu. Dampaknya tentu berpengaruh pada kenaikan harga kebutuhan pokok yang harus ditanggung masyarakat,” ujar Saipudin.
Saipudin mengatakan kondisi infrastruktur pelabuhan berkaitan langsung dengan aktivitas ekonomi masyarakat. Gangguan pelayanan penyeberangan dapat menghambat mobilitas warga sekaligus memperlambat distribusi barang dari dan menuju Pulau Haruku.
Karena itu, ia berharap pemerintah pusat dan pemerintah daerah dapat menjadikan peningkatan kualitas Pelabuhan Kailolo sebagai salah satu prioritas pembangunan.
“Kami berharap ada perhatian serius terhadap kondisi Pelabuhan Kailolo. Infrastruktur ini bukan hanya soal tempat kapal bersandar, tetapi menyangkut akses masyarakat terhadap transportasi, perdagangan, dan kebutuhan sehari-hari,” katanya.
Menurut dia, pelabuhan yang representatif juga akan mendukung aktivitas perdagangan dan membuka akses yang lebih baik terhadap berbagai pelayanan publik.
Saipudin mengapresiasi kunjungan tim Bank Dunia ke Negeri Kailolo. Ia menilai kehadiran tim tersebut menjadi kesempatan untuk melihat langsung kondisi infrastruktur dan kebutuhan masyarakat di Pulau Haruku.
Namun, ia berharap hasil kunjungan tersebut dapat dilanjutkan dengan kajian dan program pembangunan yang konkret.
“Kami optimistis kunjungan ini membawa harapan baru bagi masyarakat Pulau Haruku. Semoga ada perhatian dan dukungan nyata untuk pembangunan pelabuhan demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Saipudin.
Ia menambahkan, pembangunan infrastruktur transportasi di wilayah kepulauan perlu mempertimbangkan kondisi geografis dan ketergantungan masyarakat terhadap jalur laut.
Perbaikan Pelabuhan Kailolo, kata dia, diharapkan bukan hanya meningkatkan kelancaran transportasi penyeberangan, tetapi juga memperkuat rantai distribusi barang dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat Pulau Haruku.
Kunjungan Bank Dunia tersebut pun diharapkan menjadi pintu masuk bagi penyusunan program pembangunan yang lebih sesuai dengan kebutuhan masyarakat di lapangan.(*)














