Daerah  

Kapolres SBB Sambangi Desa Iha, Soroti Dampak Miras dan Ajak Warga Jaga Kamtibmas

banner 120x600

SBB, KilasNusantaraNews.com — Kapolres Seram Bagian Barat (SBB), AKBP Refindo Pradikta Rulando, mengajak masyarakat Desa Iha, Kecamatan Huamual, memperkuat peran bersama dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Dampak negatif minuman keras menjadi salah satu persoalan yang dibahas dalam pertemuan dengan pemerintah desa dan tokoh adat setempat.

Ajakan itu disampaikan Kapolres setelah melaksanakan Shalat Jumat bersama sekitar 200 jamaah di Masjid Baitul Rahman, Desa Iha, Kabupaten SBB, Maluku, pada Jumat. Kegiatan yang berlangsung sekitar pukul 12.45 WIT tersebut menjadi bagian dari pendekatan kepolisian melalui kegiatan keagamaan dan komunikasi langsung dengan masyarakat.

Kapolres didampingi Kabag Log Res SBB AKP M. Jayadi, Kapolsek Huamual IPTU L. Soplanit, S.H., Kasubsi Penmas Sihumas Res SBB IPDA Asep H. S. Souisa, S.Sos., serta sejumlah personel Polres SBB dan Polsek Huamual. Perangkat desa, tokoh adat, tokoh agama, dan tokoh masyarakat turut hadir.

Usai salat, Refindo menyampaikan pesan kamtibmas dan mengapresiasi masyarakat yang dinilai berperan dalam menjaga situasi keamanan di desa. Menurut dia, lingkungan yang aman memungkinkan warga menjalankan aktivitas sehari-hari, mencari nafkah, membangun desa, serta memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk belajar dengan tenang.

Kapolres juga membuka ruang komunikasi bagi masyarakat untuk menyampaikan saran, masukan, maupun keluhan terkait persoalan keamanan dan pelayanan kepolisian.

Sekitar pukul 13.30 WIT, Kapolres bersama rombongan melanjutkan kegiatan dengan bersilaturahmi di kediaman Raja Iha, M. Zein Latukaisupy. Pertemuan tersebut dihadiri perangkat desa dan sejumlah tokoh adat.

Salah satu pembahasan dalam pertemuan itu adalah dampak negatif minuman keras serta pentingnya komitmen bersama untuk menangani persoalan tersebut di Desa Iha dan dusun-dusun yang berada dalam wilayah petuanan Negeri Iha.

Kapolres menekankan perlunya sinergi antara kepolisian, pemerintah desa, tokoh adat, tokoh agama, dan masyarakat dalam mencegah potensi gangguan keamanan. Upaya penanganan persoalan miras, menurut arah pembahasan dalam pertemuan tersebut, membutuhkan keterlibatan berbagai unsur agar lingkungan masyarakat tetap aman dan kondusif.

Pendekatan ini menempatkan komunikasi antara aparat dan masyarakat sebagai salah satu unsur penting dalam pemeliharaan kamtibmas. Namun, penanganan persoalan miras juga memerlukan langkah konkret, konsistensi pelaksanaan aturan, serta keterlibatan masyarakat agar upaya pencegahan tidak berhenti pada imbauan.

Melalui kegiatan ibadah dan silaturahmi tersebut, Polres SBB berharap hubungan kepolisian dengan masyarakat semakin erat. Dengan komunikasi yang terbuka, persoalan keamanan diharapkan dapat ditangani bersama berdasarkan ketentuan hukum yang berlaku, tanpa mengabaikan peran pemerintah desa dan lembaga adat dalam kehidupan masyarakat setempat.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *