PIRU,KilasNusantaraNews.com — Kapolres Seram Bagian Barat (SBB), AKBP Refindo Pradikta Rulando, S.I.K., M.A.P., C.L.M.A., menerima kunjungan Kepala Dusun Pasir Panjang, La Asihi, bersama Raja Buano Selatan, Franky Nusaaly, di kediamannya, Rabu (7/10/2026) pukul 16.30 WIT. Pertemuan tersebut membahas perkembangan situasi di Dusun Pasir Panjang serta penguatan komunikasi untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Silaturahmi itu berlangsung di tengah adanya perhatian publik terhadap persoalan keamanan di Dusun Pasir Panjang, Desa Buano Selatan, Kecamatan Huamual Belakang.
Sebelumnya, pada 12 Agustus 2026, Aliansi Mahasiswa Pemuda Peduli Daerah (PAPEDA) menggelar demonstrasi di Polres SBB. Dalam aksi tersebut, massa mendesak kepolisian menuntaskan penanganan dugaan tindak kriminal di Dusun Pasir Panjang. Mereka juga menyampaikan kekhawatiran bahwa penanganan perkara yang dinilai lambat dapat memicu konflik sosial yang lebih luas.
Meski demikian, belum ada keterangan yang memastikan bahwa perkara yang disoroti dalam demonstrasi tersebut menjadi agenda khusus pertemuan Kapolres dengan Kepala Dusun Pasir Panjang dan Raja Buano Selatan pada 7 Oktober 2026.
Dalam pertemuan itu, La Asihi menyampaikan maksud kedatangannya bersama Raja Buano Selatan untuk bersilaturahmi sekaligus membicarakan berbagai persoalan yang berkembang di dusun. Franky Nusaaly berharap setiap permasalahan dapat diselesaikan melalui komunikasi yang baik dan langkah yang tepat.
Kapolres SBB menekankan pentingnya keterbukaan komunikasi antara kepolisian dan masyarakat untuk mendeteksi serta mengantisipasi potensi gangguan keamanan sejak dini.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada masyarakat Dusun Pasir Panjang yang telah bersama-sama menjaga situasi tetap aman dan kondusif. Kami berharap dukungan serta masukan dari seluruh elemen masyarakat agar situasi kamtibmas di wilayah Kabupaten Seram Bagian Barat tetap terjaga,” ujar Refindo.
Ia menegaskan bahwa setiap gejolak dan potensi gangguan kamtibmas di wilayah SBB menjadi perhatian kepolisian. Upaya pencegahan dan penanganan, kata dia, perlu dilakukan agar persoalan yang muncul tidak berkembang menjadi gangguan keamanan yang lebih luas.
Kapolres juga mengajak kepala dusun dan masyarakat untuk menyampaikan informasi apabila mengetahui adanya indikasi konflik atau potensi gangguan keamanan yang membutuhkan penanganan segera.
Dalam kesempatan yang sama, Kapolsek Waesala, IPDA Ashar, S.Sos., turut menyampaikan pandangannya mengenai dinamika di Dusun Pasir Panjang. Ia menekankan pentingnya komunikasi dan penyelesaian persoalan secara baik guna menjaga situasi tetap kondusif.
Pertemuan tersebut turut dihadiri Kabag Log Polres SBB AKP M. Jayadi, Bhabinkamtibmas Desa Buano Selatan AIPDA Hendro Tehutora, staf Desa Buano Selatan, serta perwakilan masyarakat Dusun Pasir Panjang.
Silaturahmi ini menjadi bagian dari upaya membangun komunikasi antara kepolisian, pemerintah dusun, tokoh adat, dan masyarakat. Namun, untuk menjelaskan akar persoalan di Pasir Panjang secara utuh, diperlukan keterangan lebih lanjut mengenai perkara yang sedang ditangani, perkembangan proses hukumnya, serta persoalan yang secara langsung disampaikan dalam pertemuan tersebut.
Dengan demikian, upaya menjaga kamtibmas tidak hanya bertumpu pada imbauan agar masyarakat menjaga keamanan, tetapi juga pada penanganan persoalan secara jelas, transparan, dan sesuai ketentuan hukum.(*)














