Leihitu,Kilasnusantaranews.com – Suasana kebersamaan dan semangat persaudaraan terasa kental dalam perayaan tradisi Pukul Sapu Lidi yang digelar di Negeri Mamala dan Negeri Morela, pada Sabtu, 7 Syawal 1447 H atau bertepatan dengan tanggal 28 Maret 2026. Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Daerah Pemilihan Maluku, Saadiah Uluputty, hadir langsung dalam kegiatan tersebut sebagai bentuk dukungan nyata terhadap pelestarian budaya warisan leluhur.
Kegiatan dimulai sekitar pukul 16.20 Waktu Indonesia Timur (WIT) di Negeri Mamala. Saadiah Uluputty hadir bersama Gubernur Maluku, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta Bupati Maluku Tengah untuk membuka dan menyaksikan langsung atraksi budaya yang setiap tahunnya selalu dinantikan oleh masyarakat.
Kedatangan rombongan pejabat disambut dengan hangat oleh warga yang memadati lokasi kegiatan. Hal ini menciptakan suasana yang penuh keakraban sekaligus kebanggaan terhadap identitas dan tradisi daerah yang telah diwariskan secara turun-temurun.

Usai mengikuti rangkaian pembukaan dan atraksi di Negeri Mamala, rombongan kemudian melanjutkan perjalanan ke Negeri Morela yang pada hari yang sama juga menggelar tradisi serupa. Kehadiran di dua negeri bersaudara ini dinilai menjadi simbol kuat dari ikatan persaudaraan, sekaligus wujud komitmen para pemimpin daerah dan nasional untuk menjaga agar budaya lokal tetap hidup dan dikenal, terutama di kalangan generasi muda.

Dalam kesempatan tersebut, Saadiah Uluputty bersama Gubernur Maluku serta rombongan pejabat lainnya bahkan diberikan kehormatan khusus untuk turut serta dalam atraksi, yakni melakukan gerakan memukul sapu lidi kepada para peserta yang tampil. Momen ini tidak hanya menjadi hiburan, melainkan juga dimaknai sebagai simbol kedekatan antara pemimpin dan masyarakat, serta bentuk penghormatan terhadap adat istiadat yang berlaku.
Hingga acara ditutup, suasana di kedua lokasi tetap dipenuhi kegembiraan, tawa, dan rasa bangga. Kehadiran Saadiah Uluputty diharapkan dapat semakin menguatkan semangat masyarakat Maluku untuk terus menjaga dan merawat tradisi Pukul Sapu Lidi, yang tak hanya sekadar atraksi budaya, melainkan juga menjadi jembatan persaudaraan yang menghubungkan lintas generasi.(*)














