Piru,Kilasnusantaranews.com – Dugaan kasus korupsi yang menyeret nama Kepala Dinas Kesehatan dan Inspektorat Daerah Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) terkait pengelolaan dana di Puskesmas Inamosol telah menjadi sorotan publik selama dua pekan terakhir. Setelah lama diam, Kepala Dinas Kesehatan, Geriman Kurniawan, akhirnya bersuara dan membantah keras tudingan yang menyertainya.jumat 10/04/2026
Kasus ini mencuat setelah beredar bukti rekaman suara yang diduga berisi percakapan Kepala Puskesmas Inamosol yang meminta sejumlah uang dari pemegang program. Dalam rekaman tersebut, disebutkan bahwa uang tersebut akan dibagikan kepada bendahara puskesmas, kepala puskesmas, pihak Inspektorat, hingga Kepala Dinas Kesehatan.
Menanggapi hal itu, Geriman Kurniawan melalui pesan WhatsApp kepada media ini pada Jumat 10/04/2026 menyatakan bahwa dirinya tidak pernah menyarankan atau meminta uang tersebut.
“Beta sudah bilang, beta tidak respon karena sudah masuk di ranah Inspektorat dan seng pernah menyarankan itu,” ujar Geriman.
Ia menegaskan bahwa sejak awal tahun 2025, dirinya sudah mengantisipasi potensi masalah semacam ini. Bahkan, dalam rapat bersama seluruh Kepala Puskesmas (Kapus) di Akropolis, ia sudah memberikan peringatan keras.
“Beta sudah antisipasi kemungkinan potensi masalah ini sudah jauh hari sejak awal tahun 2025. Saat rapat dengan para Kapus di Akropolis, beta sampaikan kalau sampai ada yang coba ada setoran-setoran mengatas namakan kepala dinas, kalau kedapatan seperti itu tanggung sendiri akibat,” tegasnya.
Oleh karena itu, Geriman mengaku langsung meminta Inspektur Daerah untuk melakukan investigasi mendalam. Ia juga menegaskan tidak akan membela siapapun jika terbukti melakukan kesalahan.
“Beta yang dorong untuk di investigasi dan diproses hukum jika terbukti, tidak ada beta bela dalam masalah ini. Beta bukan tipikal yang memanfaatkan jabatan untuk cari keuntungan pribadi,” tambahnya.
Terkait isi rekaman yang seolah-olah menyebut dirinya yang mengarahkan permintaan uang, Geriman menegaskan hal itu tidak benar dan ia ingin kasus ini diselesaikan sampai tuntas.
“Rekaman seolah-olah beta yang menyarankan. Beta mau proses sampe tuntas,” tegasnya.
Selain melibatkan Inspektorat, Geriman juga mengaku telah meminta Komisi III DPRD Kabupaten SBB untuk memanggil seluruh pihak terkait guna melakukan klarifikasi dan konfrontasi langsung.
“Beta juga minta DPRD Komisi tiga untuk dapat memanggil Kapus dan pegawai untuk melakukan konfrontir di hadapan Komisi,” ujarnya.
Tak hanya itu, Geriman juga mengaku telah melakukan inventarisasi dan pemeriksaan langsung ke sejumlah puskesmas. “Beta juga melakukan investigasi ke semua puskesmas, saat ini 4 puskesmas beta sudah turun langsung,” tambahnya.
Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kabupaten SBB, Haji Rauuf Latulumanina, saat dikonfirmasi membenarkan rencana pemanggilan pihak-pihak terkait.
Menurutnya, hari Senin mendatang, Komisi III DPRD akan segera memanggil seluruh pihak yang terlibat, termasuk Kepala Dinas Kesehatan, untuk dimintai keterangan dan klarifikasi terkait kasus yang sedang hangat diperbincangkan ini.
Hingga berita ini diturunkan, kasus dugaan korupsi di Puskesmas Inamosol masih terus diselidiki oleh pihak Inspektorat Daerah Kabupaten Seram Bagian Barat untuk mencari kebenaran faktanya.(*)














