AMBON,Kilasnusantaranews.com — PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Ambon menyatakan kesiapan mendukung pengembangan Maluku Integrated Logistic Hub (MILH) yang digagas bersama Pemerintah Provinsi Maluku dan Bank Dunia. Program tersebut diarahkan untuk memperkuat konektivitas antarpulau sekaligus membenahi sistem logistik di provinsi kepulauan.
General Manager PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Ambon, Hafiludin Usman, mengatakan keterlibatan ASDP diperlukan karena transportasi penyeberangan menjadi salah satu mata rantai penting dalam distribusi barang dan mobilitas masyarakat di Maluku.
“PT ASDP Cabang Ambon siap mendukung penuh kegiatan Bank Dunia bersama Pemerintah Provinsi Maluku dalam pengembangan Maluku Integrated Logistic Hub. Kami percaya program ini akan memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi daerah, meningkatkan pelayanan transportasi, serta memperlancar arus barang dan mobilitas masyarakat,” ujar Hafiludin.
Menurut Hafiludin, konsep MILH dapat menjadi salah satu instrumen untuk meningkatkan efisiensi distribusi barang di Maluku. Integrasi antara infrastruktur transportasi, pelabuhan, dan jaringan distribusi dinilai penting untuk mengatasi tantangan logistik yang muncul akibat karakter geografis Maluku sebagai wilayah kepulauan.
Persoalan konektivitas menjadi semakin penting karena aktivitas ekonomi masyarakat Maluku tersebar di banyak pulau. Ketergantungan terhadap transportasi laut membuat kelancaran jaringan penyeberangan dan distribusi menjadi salah satu faktor yang menentukan biaya serta waktu pengiriman barang.
Hafiludin mengatakan ASDP sebagai operator transportasi penyeberangan memiliki posisi strategis dalam mendukung sistem logistik nasional, khususnya di wilayah kepulauan.
Karena itu, ia berharap pengembangan MILH tidak hanya berorientasi pada pembangunan infrastruktur fisik, tetapi juga menghasilkan sistem transportasi dan distribusi yang terintegrasi.
“Kami berharap kolaborasi antara Bank Dunia, Pemerintah Provinsi Maluku, ASDP, dan seluruh pemangku kepentingan dapat melahirkan program-program strategis yang mampu mempercepat pembangunan infrastruktur transportasi dan logistik secara berkelanjutan,” katanya.
Pengembangan MILH diharapkan dapat memperbaiki pola distribusi barang antarpulau. Sistem logistik yang lebih terintegrasi berpotensi mengurangi hambatan dalam rantai pasok sekaligus meningkatkan kepastian layanan transportasi.
Bagi Maluku, efisiensi logistik memiliki dampak langsung terhadap aktivitas ekonomi masyarakat. Distribusi yang lebih lancar dapat membantu pergerakan kebutuhan pokok, hasil pertanian, perikanan, serta berbagai komoditas dari dan menuju wilayah kepulauan.
ASDP menilai sinergi antara pemerintah, lembaga internasional, operator transportasi, dan pelaku usaha menjadi faktor penting agar konsep tersebut dapat diterjemahkan menjadi program yang sesuai dengan kebutuhan daerah.
Hafiludin berharap MILH dapat menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk memperkuat daya saing Maluku.
Program tersebut, kata dia, diharapkan mampu mendorong pemerataan pembangunan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui sistem transportasi dan logistik yang lebih efektif, efisien, dan terintegrasi.
Dengan demikian, pengembangan Maluku Integrated Logistic Hub bukan sekadar proyek infrastruktur, melainkan diharapkan menjadi upaya membangun ekosistem logistik yang mampu menjawab tantangan geografis Maluku sebagai provinsi kepulauan.(*)














