PIRU, Kilasnusantaranews.com — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah dan BAZNAS dalam mendukung program pengentasan kemiskinan ekstrem serta pemberdayaan masyarakat di Kabupaten Seram Bagian Barat.
Ketua BAZNAS Kabupaten SBB, Syuaib Pattimura, mengatakan BAZNAS memiliki peran strategis sebagai mitra pemerintah daerah karena mampu menjangkau langsung masyarakat yang membutuhkan melalui berbagai program sosial dan kemanusiaan yang terukur.
Menurutnya, keberadaan BAZNAS bukan hanya sebagai lembaga pengelola zakat, tetapi juga sebagai lembaga yang dapat menjadi penghubung antara kebutuhan masyarakat dan program pembangunan pemerintah daerah.
“BAZNAS bukan sekadar lembaga pengelola zakat, tetapi mitra strategis pemerintah yang mampu bergerak cepat menyentuh masyarakat yang paling membutuhkan melalui program-program kemanusiaan yang terukur,” ujar Pattimura.
Ia menjelaskan, selama ini BAZNAS Kabupaten SBB telah menjalankan sejumlah program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, mulai dari pembangunan Rumah Layak Huni, pemberdayaan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), penanganan stunting, hingga layanan kesehatan gratis.
Program-program tersebut, kata dia, telah berjalan pada tahun sebelumnya dan dinilai perlu terus diperkuat melalui sinergitas bersama pemerintah daerah agar manfaatnya semakin luas dan tepat sasaran.
Menurut Pattimura, kolaborasi antara pemerintah daerah dan BAZNAS menjadi langkah penting dalam memastikan pelayanan sosial kepada masyarakat berjalan lebih efektif, berkelanjutan, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat di lapangan.
Ia juga menilai pemerintah daerah dapat memperkuat peran BAZNAS melalui dukungan hibah yang berlandaskan prinsip money follow program dan money follow function, sehingga penganggaran dapat disesuaikan dengan tugas, fungsi, serta program strategis yang telah dirancang dalam Rencana Strategis (Renstra) dan Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan (RKAT) BAZNAS Kabupaten SBB.
“Untuk itu saya mengajak pemerintah daerah untuk berkolaborasi dan memanfaatkan BAZNAS sebagai mitra strategis karena BAZNAS SBB memiliki peran penting dalam mendukung program pemerintah, khususnya pada sektor pengentasan kemiskinan ekstrem dan pemberdayaan masyarakat di daerah,” katanya.
Selain itu, Pattimura juga mendorong Pemerintah Kabupaten Seram Bagian Barat untuk melakukan inovasi dalam menggali potensi zakat, infak, dan sedekah, khususnya dari Aparatur Sipil Negara (ASN) Muslim di lingkungan pemerintah daerah yang memiliki kewajiban zakat profesi.
Menurutnya, optimalisasi zakat profesi ASN dapat menjadi salah satu sumber pendanaan sosial yang mampu memperkuat berbagai program kemasyarakatan dan pengentasan kemiskinan di daerah.
Pattimura juga menyoroti kondisi keuangan daerah yang saat ini menghadapi tantangan akibat minimnya Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan kebijakan efisiensi anggaran secara nasional. Karena itu, ia mengusulkan agar pemerintah daerah membuka ruang kolaborasi yang lebih luas dengan berbagai lembaga, organisasi masyarakat (Ormas), organisasi kepemudaan (OKP), lembaga swadaya masyarakat (LSM), hingga putra-putri asli Seram Bagian Barat yang memiliki jaringan di luar daerah.
Menurutnya, seluruh elemen tersebut dapat dilibatkan untuk membantu membuka akses sumber-sumber pendanaan dan peluang pembangunan bagi Kabupaten Seram Bagian Barat.
“Pemerintah daerah tidak bisa berjalan sendiri. Sebagai makhluk sosial tentunya kita membutuhkan orang lain. Kita manusia punya banyak kekurangan sehingga membutuhkan pihak lain untuk melengkapi kekurangan itu,” tandasnya.
Ia menambahkan, Kabupaten Seram Bagian Barat memiliki potensi sumber daya alam yang besar. Namun potensi tersebut, menurutnya, hanya dapat memberikan dampak nyata apabila dikelola secara bersama antara pemerintah daerah dan masyarakat.
Pattimura juga menekankan pentingnya peningkatan kapasitas sumber daya manusia serta inovasi berkelanjutan dalam menghadirkan solusi atas berbagai tantangan pembangunan di daerah.
Menurutnya, dengan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, masyarakat, dan berbagai elemen daerah lainnya, program pembangunan dan pelayanan masyarakat di Kabupaten Seram Bagian Barat dapat berjalan lebih efektif dan memberikan dampak yang luas bagi kesejahteraan masyarakat.(*)














