Berita  

Saadiah Uluputty Serap Aspirasi Masyarakat di Banda Neira, Dorong Pembangunan Berbasis Lingkungan

banner 120x600

Banda Neira,Kilasnusantaranews.com- Anggota MPR- RI, Saadiah Uluputty, ST melaksanakan kegiatan Aspirasi Masyarakat (Asmas) pada Jumat, 08 Mei 2026, bertempat di Aula Makatita Banda Neira. Kegiatan ini mengangkat tema “Pembangunan Nasional Berbasis Lingkungan” dan dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat, Camat, tokoh lokal, Komunitas Perempuan, serta pelaku usaha di wilayah kepulauan Banda.

Dalam pemaparannya, Saadiah menekankan pentingnya pembangunan yang memperhatikan karakteristik daerah kepulauan. Ia menjelaskan bahwa pembangunan nasional harus mampu menjawab tantangan konektivitas, pengelolaan sumber daya alam, serta penguatan sektor unggulan seperti kelautan, pertanian, dan kehutanan.

“Wilayah kepulauan seperti Banda memiliki potensi luar biasa, terutama komoditas unggulan seperti pala dan cengkeh yang telah dikenal sejak sejarah perdagangan dunia. Potensi ini harus dikelola dengan baik agar memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat,” ujar Saadiah.

Ia juga mengaitkan potensi tersebut dengan nilai historis Banda yang telah lama menjadi pusat perdagangan rempah-rempah dunia. Menurutnya, penguatan sektor ini tidak hanya berdampak pada ekonomi lokal, tetapi juga dapat memperkuat posisi Indonesia di pasar global.

Dalam kegiatan tersebut, pemateri pendamping yang merupakan peneliti pala dan cengkeh turut menyampaikan pentingnya pengembangan komoditas rempah sebagai penggerak ekonomi masyarakat. Ia menekankan bahwa dengan pengolahan yang tepat dan strategi pemasaran yang baik, pala dan cengkeh Banda memiliki peluang besar untuk menembus pasar nasional maupun internasional.

Sementara itu, masyarakat yang hadir menyampaikan berbagai aspirasi dan tantangan yang mereka hadapi. Salah satu isu utama yang disampaikan adalah perlunya pendampingan dalam pengolahan dan pemasaran hasil pertanian, khususnya pala dan cengkeh. Masyarakat berharap adanya program pelatihan dan pemberdayaan yang berkelanjutan agar mereka mampu meningkatkan nilai tambah produk.

Selain itu, keterbatasan akses pasar menjadi keluhan yang paling dominan. Masyarakat menyoroti mahalnya biaya transportasi serta lamanya waktu distribusi yang menyebabkan produk lokal sulit bersaing. Kondisi geografis sebagai wilayah kepulauan membuat distribusi barang menjadi tidak efisien, sehingga berdampak pada rendahnya harga jual di tingkat petani.

“Kami punya hasil, tapi sulit menjangkau pasar. Ongkos kirim mahal dan waktu lama, sehingga kami butuh solusi agar produk kami bisa lebih mudah dipasarkan,” ungkap salah satu peserta kegiatan.

Menanggapi hal tersebut, Saadiah menyatakan komitmennya untuk mendorong kebijakan yang berpihak pada daerah kepulauan, khususnya dalam hal konektivitas dan distribusi logistik. Ia menilai bahwa peningkatan akses transportasi yang lebih terjangkau dan efisien merupakan kunci dalam menggerakkan roda perekonomian masyarakat.

Selain persoalan ekonomi, masyarakat juga menekankan pentingnya pembangunan yang tetap menjaga kelestarian lingkungan. Mereka berharap agar pengelolaan sumber daya alam dilakukan secara berkelanjutan, sehingga tidak merusak ekosistem yang menjadi penopang kehidupan masyarakat setempat.

Kegiatan Asmas ini menjadi ruang dialog yang konstruktif antara wakil rakyat dan masyarakat. Berbagai aspirasi yang dihimpun diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi serta dasar dalam merumuskan kebijakan yang lebih tepat sasaran, khususnya bagi wilayah kepulauan seperti Banda Neira – Maluku.

Dengan semangat kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat, diharapkan potensi besar yang dimiliki Banda Neira dapat dikembangkan secara optimal, sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *