Menegangkan! Penumpang Turun Di Tengah Laut, Saadiah Uluputty Desak Pemerintah Bangun Dermaga Tayando -Tam  

banner 120x600

Jakarta,Kilasnusantaranews.com – Kondisi memprihatinkan transportasi laut di Maluku kembali menjadi sorotan nasional. Anggota Komisi V DPR RI, Saadiah Uluputty, keras menyoroti fakta bahwa masyarakat di wilayah kepulauan harus turun dan naik kapal feri di tengah laut karena belum adanya fasilitas dermaga yang layak.

Hal ini disampaikan Saadiah secara tegas dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Menteri Perhubungan, Menteri PUPR, BMKG, serta BNPB/Basarnas di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (13/04/2026).

Dalam paparannya, Saadiah mengungkap ironi yang terjadi pada rute penyeberangan Tayando – Tam hingga Tam – Kur.

“Sudah sekitar tiga tahun kapal feri melayani rute ini, namun hingga hari ini tidak ada dermaga yang dibangun. Akibatnya, penumpang terpaksa diturunkan di tepi laut atau tengah laut tanpa fasilitas sandar yang aman dan memadai,” ungkap Saadiah dengan nada prihatin namun tegas.

Kondisi ini tentu sangat berbahaya. Terlebih saat cuaca buruk dan ombak tinggi, proses naik turun penumpang dan barang menjadi sangat berisiko, bahkan nyawa warga seringkali dipertaruhkan demi mobilitas sehari-hari.

Politisi asal Maluku ini menegaskan, pembangunan dermaga bukan sekadar soal beton dan tiang pancang, melainkan menyangkut hak hidup dan keselamatan masyarakat.

Bagi warga kepulauan yang sangat bergantung pada laut untuk akses pendidikan, layanan kesehatan, hingga roda ekonomi, dermaga adalah kebutuhan dasar mutlak.

“Ini bukan lagi soal kenyamanan, ini soal keselamatan. Kita tidak bisa membiarkan warga negara diperlakukan seperti ini. Kehadiran negara harus benar-benar dirasakan, bukan hanya sekadar wacana,” tegas Saadiah.

Saadiah Uluputty mendesak Pemerintah Pusat melalui kementerian terkait untuk segera mengambil langkah konkret. Pembangunan dermaga di rute strategis tersebut harus segera dimasukkan dalam program prioritas dan direalisasikan tanpa penundaan.

“Kami meminta agar anggaran dan eksekusi lapangan segera digenjot. Masyarakat sudah terlalu lama menunggu dan bertaruh nyawa setiap kali berlayar. Saatnya negara hadir memberikan perlindungan dan pelayanan yang bermartabat,” pungkasnya.

Langkah ini merupakan bagian dari komitmen kuat Saadiah Uluputty dalam memperjuangkan aspirasi Maluku di tingkat nasional, agar perjalanan antarpulau kelak menjadi aman, nyaman, dan layak bagi semua.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *